Wabah Virus Korona

    Cinta di Tengah Musim Wabah

    Arpan Rahman - 07 April 2020 09:23 WIB
    Cinta di Tengah Musim Wabah
    Ilustrasi by medcom.id
    PENCINTA sepak bola tidak boleh patah hati di tengah wabah COVID-19. Kendati banyak kompetisi dihentikan sementara sembari menunggu waktu untuk berputar kembali. Semua pasti berharap musim penyakit segera berlalu. Mesti sabar menanti otoritas kesehatan memberi jaminan keselamatan pemain kesayangan kalian. 

    Bantu Sesama

    Selama sepak bola ditangguhkan akibat pandemi coronavirus yang sedang berlangsung, teladan ditunjukkan oleh klub-klub Liga Primer Inggris. Mereka turut menolong kaum sesama yang ada di komunitas lokal sekitarnya yang paling membutuhkan bantuan.

    Berkonsultasi dengan Departemen Digital, Budaya, Media, dan Olahraga Inggris, Liga Primer lekas berkomitmen GBP20 juta setara Rp402 miliar untuk mendukung Dinas Kesehatan Nasional (NHS), komunitas, keluarga, dan kelompok rentan.

    Kontribusi keuangan ini termasuk langsung kepada NHS dan dana untuk memungkinkan klub memfokuskan kembali upaya mereka dan mengembangkan program penjangkauan yang signifikan. Gunanya membantu masyarakat, pendanaan ini akan memungkinkan dukungan mendesak dan jangka panjang selama krisis.

    Klub sepak bola se-Inggris sudah berbakti kepada lingkungan sekitarnya. Jangan larut dalam kecemasan. Operator liga juga terus mengapungkan rasa optimis yang menyejukkan hati. 

    "Diakui bahwa Liga Primer tidak akan dilanjutkan pada awal Mei -- dan bahwa musim 2019 -- 2020 hanya akan kembali berputar ketika aman dan tepat untuk melakukannya. 

    "Tanggal mulai ulang sedang ditinjau terus-menerus dengan semua pemangku kepentingan, karena dampak pandemi COVID-19 berkembang dan kami tetap bekerja bersama melalui waktu yang sangat menantang ini," kata otoritas Liga Primer dalam sebuah pernyataan, Sabtu 4 April 2020, akhir pekan lalu.

    Liga Primer diusulkan tetap berlanjut musim 2020. Lagi pula mayoritas dari 20 klub hanya menyisakan sembilan pertandingan. Muncul rencana bahwa sebuah tim masih bisa bermain dua kali dalam satu pekan. Sederhananya, klub akan bertanding di balik stadion tertutup, kandang maupun tandang sesuai jadwal semula, semua laga disiarkan di televisi.

    Studi Banding

    Dari rencana tersebut sudah sewajarnya panitia Liga Primer melakukan studi banding ke Indonesia. Mereka harus mempelajari jadwal padat Liga 1 musim silam. Satu klub di Indonesia sudah terbiasa berpanggung dua kali sepekan. 

    Coba lihatlah perjalanan Persipura Jayapura di kalender tahun 2019. Sepanjang tujuh bulan sejak Sabtu 18 Mei sampai Minggu 22 Desember, Mutiara Hitam memainkan 34 kali laga. Boaz Solossa dkk selama itu menempuh jarak sekitar 136.705 kilometer atau 27 kali bolak-balik Indonesia. 

    Andaikan pasti otoritas Liga Primer dari Inggris belajar ke PT Liga Indonesia Baru amat banyak hal yang bisa mereka ambil hikmahnya. Planet Bumi memiliki panjang garis khatulistiwa 40.075 km, berarti perjalanan Persipura di musim kompetisi lalu setara dengan 3,4 kali keliling dunia.

    David de Gea kiper Manchester United tentu boleh bertanya kepada Dede Sulaiman penjaga gawang Persipura. Bagaimana telapak tangannya perih menahan bola tendangan lawan di pekan ke-29 saat bertandang menghadapi Persija Jakarta di mana Persipura kalah 0-1. Khusus pada November 2019 itu, Dede cs berlaga enam pertandingan, diperkirakan bepergian sejauh 10.898 km. Itu sama dengan dua kali mengitari Indonesia.

    Harga siaran TVRI untuk Liga 1 lebih mahal dari Liga Primer. Tapi harga pemainnya justru lebih murah. Keunikan (bukan keanehan?) itu pantas diselidiki juga.

    **

    SEPAK bola memiliki cara tersendiri buat memuaskan adrenalin para pencinta fanatiknya seantero jagat. Kalau seluruh makhluk hidup telah punah nanti, mungkin baru musnah pula kompetisi. 

    Gelanggang adu tendang baku sundul di atas rumput rata berwarna belang-belang di saat kepunahan itu kelak tersisa menjadi kenangan belaka. Jerit, pekik, dan sorak riuh dalam stadion yang ramai akan ikut menghilang.

    Selalu muncul gairah untuk sepak bola, walau virus corona mengancam nyawa manusia. Cinta semakin mesra di tengah musim wabah kepada bintang lapangan: sang idola yang pintar menggocek si kulit bundar. 

    Cobaan hanya sebentar.

    Video: Spanyol Dilanda Covid-19, Xavi Beri Bantuan Rp17,7 Miliar



    (ASM)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id