MAGHRIB 17:47

    Untuk Jakarta dan sekitarnya

    IMSAK 04:25
    SUBUH 04:35
    DZUHUR 11:53
    ASHAR 15:14
    ISYA 19:00

    Download Jadwal Imsakiyah

    Sampai Kapan Solskjaer Membuat Setan Merah Bergairah?

    Alfa Mandalika - 02 Januari 2019 19:46 WIB
    Sampai Kapan Solskjaer Membuat Setan Merah Bergairah?
    Ole Gunnar Solskjaer. (Foto: AFP/Oli Scarff)

    Sembilan poin diraih Manchester United di Liga Primer Inggris. Seketika permainan penggawa Setan Merah terlihat berbeda. Sangat bergairah. Asa menembus zona Eropa kian terbuka. Tapi, sampai kapan gairah itu bertahan?

    OLE Gunnar Solskjaer ditunjuk menjadi manajer sementara United pascapemecatan Jose Mourinho, Desember 2018. Kehadiran pria berjuluk The Baby-faced Assassin membuat permainan United lebih garang.

    United mampu meraih tiga kemenangan beruntun di Liga Primer. Memang, di atas kertas, kualitas United lebih oke dari Cardiff City, Huddersfield Town, dan AFC Bournemouth. Namun, faktanya, terakhir kali United meraih tiga kemenangan beruntun di Liga Primer pada musim 2017 -- 2018 tepatnya April 2018.
    Esensi lain ialah United kembali bergairah. Berdasarkan statistik, enam pertandingan terakhir sebelum Mourinho dipecat, United hanya sekali menang. Performa anak-anak Carrington (pusat pelatihan MU) banyak dikritik. Dari permainan buruk, tidak bergairah, hingga strategi Mou yang dianggap membosankan.

    Melihat kinerja Solskjaer pada tiga pertandingan awal, bisa dibilang ciamik. Berdasarkan data yang dihimpun, Solskjaer menjadi pelatih pertama yang mencetak lebih dari 10 gol pada tiga laga awal sepanjang era Liga Primer.

    Bersama Solskjaer, United dinilai bermain cepat, taktis, dan menyerang. Berbeda dengan era Mourinho yang cenderung bertahan.

    Selain itu, fakta menarik yang muncul ialah ada pesan spesial dari eks striker United, Wayne Rooney. Solskjaer pun buka-bukaan bahwa pesan Rooney membantunya saat United mengalahkan Cardiff, 1-5.

    "Ia (Rooney) mengatakan kepada saya untuk membuat para pemain menikmati permainan, tersenyum, bermain menyerang, dan menjadi Manchester United. Itulah yang saya minta dari mereka (para pemain), karena ini adalah pekan yang berat buat mereka, dan juga pekan berat buat saya," kata Solskjaer.

    Baca: Resmi, Chelsea Rekrut Christian Pulisic

    Peran brilian Pogba
    Gelandang Paul Pogba menjadi krusial untuk United. Setidaknya dalam tiga laga terakhir Setan Merah.

    Total, Pogba mencatatkan empat gol dan tiga assist. Torehan itu sekaligus membuat United berada di peringkat enam besar dengan raihan 35 poin.

    Menariknya, saat dilatih Mourinho, permainan Pogba tidak terlihat lepas. Justru, saat Mourinho didepak, Pogba seperti menemukan ritme permainan terbaiknya.

    Dalam sebuah kesempatan, Pogba mengaku nyaman dengan gaya permainan menyerang Solskjaer. "Saat ini kami bermain lebih menyerang dan membuat banyak peluang," kata Pogba.

    Akhirnya, membandingkan pencapaian tiga laga Solskjaer dengan Mourinho yang mempersembahkan beberapa gelar United tidak bisa secepat ini. Masih ada laga-laga krusial yang sudah menunggu.

    Namun setidaknya, semangat tiga laga yang sudah dilewati United seyogyanya patut dijaga. Sehingga, gairah itu tetap bertahan hingga akhir musim ini.

    Video: Gebrakan Madura United di Bursa Transfer



    (ASM)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id