Angkat Topi untuk Timnas U-19

    Alfa Mandalika - 12 November 2019 10:51 WIB
    Angkat Topi untuk Timnas U-19
    Timnas U-19. (Foto: Antara)
    TIMNAS Indonesia U-19 sukses lolos ke putaran final Piala AFC U-19 2020. Sesuai jadwal yang sudah dirilis, turnamen akan digelar di Uzbekistan pada 14-31 Oktober 2020.

    Keberhasilan ini patut disyukuri. Setidaknya, performa anak-anak muda potensial ini bisa mengobati rasa kekecewaan dengan timnas senior yang tampil di bawah harapan di ajang Kualifikasi Piala Dunia zona Asia.

    Sejak memulai kualifikasi, anak asuh Fakhri Husaini tampil percaya diri. Bukti sahihnya, David Maulana dan kolega langsung tancap gas sejak menghadapi Timor Leste pada laga perdana.

    Ya, bertanding di rumah sendiri, skuat timnas U-19 seakan mendapatkan suntikan motivasi tambahan. Mereka mengalahkan Timor Leste dengan kedudukan 3-1. 

    Berlanjut pada pertandingan kedua, Indonesia kian menggila. Mereka menghancurkan Hong Kong dengan skor 4-0!

    Puncaknya, ketika timnas U-19 menahan imbang Korea Utara 1-1. Selain memastikan diri lolos ke putaran final, mereka juga mengubur mimpi Korea Utara untuk lolos ke Uzbekistan. Bahkan, merebut status runner up terbaik pun, Korea Utara tidak bisa.

    Produktivitas timnas U-19 sepanjang kualifikasi ialah memasukan delapan gol dan kemasukan dua gol. Catatan yang tidak buruk untuk menghadapi putaran final tahun depan. 

    Tantangan lebih berat
    Usai lolos ke putaran final, pekerjaan rumah timnas U-19 kian berat. Apalagi, untuk mencapai prestasi pada 1961, perlu bekerja keras serta menerapkan strategi yang tidak biasa.

    Apalagi, negara-negara pesaing tidak sembarangan. Sebut saja Australia, Jepang, Korea Selatan, Vietnam, dan Arab Saudi. Tuan rumah Uzbekistan pun berpotensi membuat kejutan.

    Namun, penulis menilai, jika melihat permainan timnas U-19 saat kualifikasi, setidaknya masyarakat Indonesia bisa berharap untuk melihat permainan menawan di putaran final nanti.

    Isu kursi pelatih
    Sesaat setelah memastikan lolos ke putaran final, timnas harus diperhadapkan dengan fakta kontrak Fakhri Husaini yang habis Desember 2019.

    PSSI akan melakukan evaluasi kembali kinerja Fakhri setelah membawa timnas U-19 lolos ke putaran final.
     
    "Nanti Pak Ketum (Ketua Umum PSSI, M Iriawan) akan lakukan evaluasi, jadi secara teknis dulu. Kalau teman-teman pelajari jenjang melalui teknis dulu, dengan area Departemen Teknik," kata Sekjen PSSI Ratu Tisha.
     
    "Kita punya sekarang Bader Ahmad dari Kuwait untuk instruktur AFC Pro yang kerja sama dengan PSSI (di Departemen Teknik). Kemudian Pak Danurwindo akan lakukan evaluasi secara teknis dulu," sambungnya.

    Barulah dari situ, lanjut Tisha, akan dilakukan evaluasi dan rekomendasi yang disampaikan ke Ketum PSSI dan anggota Komite Eksekutif (Exco). Sebelum nantinya memutuskan apakah coach Fakhri patut dipertahankan atau tidak.
     
    Namun, menurutnya sejauh ini PSSI masih mendukung Fakhri Husaini menukangi Timnas U-19. Apalagi rapor pelatih 54 tahun itu bersama skuat Garuda Muda cukup moncer.
     
    "Positif pastinya. Maka dari itu, kami harus membantu level coach kita di Asia. Baru coach Fakhri dan Indra (Indra Sjafri-red) yang berpengalaman hingga delapan besar Asia. Untuk furthermore kita belum punya experience itu, jadi kita harus support coach lokal kita," tutup Tisha.

    Semoga timnas U-19 bisa berprestasi di Piala AFC tahun depan. Apalagi, Indonesia pernah meraih juara Piala AFC U-19 pada 1961 dan menjadi runner up pada 1967 dan 1970.

    Terbang tinggi, Garuda!

    Video: Timnas U-19 Indonesia Berhasil Lolos ke Piala Asia 2020



    (ASM)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id