Pemain Baru Real Madrid

Profil Brahim Diaz: Dari Ball Boy, Kini Main di Real Madrid

Patrick Pinaria - 08 Januari 2019 20:30 wib
Brahim Diaz (Foto: AFP/Gabriel Bouys)
Brahim Diaz (Foto: AFP/Gabriel Bouys)

Jakarta: Brahim Diaz resmi bergabung dengan tim raksasa La Liga Spanyol, Real Madrid pada Januari 2019. Penampilan impresifnya bersama Manchester City menjadi salah satu faktor Spanyol berdarah Maroko itu mampu menarik perhatian Los Blancos.

Tak tanggung-tanggung, ia pun diboyong Madrid dari Manchester City dengan nilai transfer sebesar Rp275 miliar. Bergabung dengan Madrid menjadi impian besar bagi Diaz. Butuh perjalanan panjang sang pemain untuk bisa bergabung dengan salah satu tim terbaik dunia seperti El Real.

Karier Sepak Bola Brahim Diaz

Perjalanan Diaz meniti karier sebagai pesepak bola profesional dimulai dari sejak kecil. Bakatnya sudah tercium sejak berusia enam tahun. Saat itu, ia sudah bermain sepak bola bersama salah satu akademi klub kasta bawah Spanyol Mortadelo.
Tidak ada yang menyangka Brahim Diaz bisa mengolah si kulit bundar dengan ciamik dalam usia itu. Bukan apa-apa. Postur Diaz saat itu jauh dari kata ideal untuk pemain sepak bola. Ia memiliki postur tubuh yang sangat mungil. Postur dan skill yang ciamik sampai membuat ia dijuluki Messi dari Malaga.

Bakat pemain kelahiran 3 Agustus 1999 itu pun akhirnya terendus oleh mantan pemain Malaga, Jaime. Kebetulan, Jaime merupakan sosok yang sangat dekat dengan keluarga Diaz.
 
Hingga akhirnya, Jaime tergerak membawa dan memperkenalkan Diaz kepada para petinggi akademi klub Malaga, yakni Antonio Benitez dan Ben Barek.

"Tuan-tuan, anak ini sangat bagus," kata Jaime.

Baca: Sanksi Tegas Menanti "Klub Nakal" pada Babak 32 Besar Piala Indonesia

Setahun berlalu. Bakat-bakat Diaz pun mulai menarik perhatian tim-tim besar. Salah satunya adalah Real Madrid. Mereka pun mengirimkan pemandu bakatnya untuk memantau permainan Diaz di Malaga.

Jaime lagi-lagi menjadi sosok yang membuat bakat Diaz terekspos. Ia mencoba untuk membujuk Direktur Akademi Madrid, Michel melihat penampilan Diaz.

Namun, saat Madrid mencoba melakukan pendekatan dengan Diaz, mereka kedatangan pesaing, yakni Barcelona. Mereka secara mengejutkan melakukan kontak kepada anak dari Sufiel Abdelkader itu.

Sayangnya, upaya Barcelona mendekati Diaz sia-sia. Sebab, Diaz memilih untuk tetap bertahan di akademi Malaga karena masih ingin tinggal bersama keluarga.

Keputusan menolak Barcelona dan bertahan di Malaga tidak membuat karier Brahim Diaz meredup. Toh, penampilannya tetap menarik perhatian klub-klub besar di Eropa.

Apalagi, ia juga merupakan salah satu pemain yang jadi langganan di timnas Spanyol pada level junior. Diaz memilih membela Spanyol, meski ia sejatinya bisa memperkuat Timnas Maroko karena neneknya berasal dari sana.

Di Manchester City, Diaz Dapat Predikat Pemain Muda Berbakat Eropa

Bakat Diaz berhasil membuat Manchester City kepincut. Mereka merekrut Diaz untuk bergabung dengan akademi mereka pada 2013. 

Pere Guardiola menjadi sosok pertama yang mencium bakat Diaz. Adik dari pelatih City, Pep Guardiola yang juga agen pemain-pemain top macam Luis Suarez dan Andres Iniesta itu membantu proses transfer Diaz ke City.

Baca: Bantu Klub Seleksi Pemain, PSSI Buat Aturan Baru pada Babak 32 Besar Piala Indonesia 

Setelah menimba ilmu bersama City selama enam tahun, Diaz berhasil menahbiskan diri sebagai pemain muda berbakat di Eropa. Di usianya yang baru menginjak 19 tahun, Diaz sudah dipercaya pelatih Pep Guardiola untuk tampil bersama tim utama City.

Musim ini, Diaz sudah tampil dalam empat laga di pentas Community Shield dan Piala Liga. Nama Diaz, bahkan sempat meroket ketika ia memborong dua gol kemenangan City atas Fulham di putaran empat Piala FA, November. Hal ini jugalah yang kemudian membuat Madrid tertarik dan memboyongnya ke Santiago Bernabeu.

Karier Diaz Berawal dari Seorang Ball Boy

Bergabung dengan Madrid juga menghadirkan cerita menarik lainnya bagi Diaz. Sebab, ia akan berjumpa dengan bintang Los Blancos Isco. Sosok yang pernah dilihatnya saat ia masih kecil di Malaga.

Saat bermain untuk akademi Malaga, Diaz juga sempat menjadi pemungut bola atau ball boy dalam pertandingan tim senior. Ia pun pernah mendapat kesempatan menyaksikan Isco saat masih memperkuat Malaga.

Momen itu ternyata sudah diabadikan Diaz dalam foto di akun Instagram miliknya pada 2016. Dalam fotonya, ia yang menjadi ball boy sedang memegang bola sambil menatap Isco yang sedang berselebrasi bersama Santi Cazorla. 

"Saya ingin menjadi pesepak bola profesional," tulis Diaz dalam keterangan fotonya.

Diaz telah berhasil mewujudkan impiannya menjadi pesepak bola profesional dan bergabung dengan klub terbaik dunia, Real Madrid. Kini, tinggal bagaimana ia berjuang dan mengembangkan kariernya bersama El Real. Jangan sampai layu sebelum berkembang.

Biodata
Nama Lengkap: Brahim Abdelkader Diaz
Usia: 19 tahun
Tempat Tanggal Lahir: Malaga, 3 Agustus 1999
Kewarganegaraan: Spanyol
Posisi: Gelandang Serang

Karier
Junior
2010--2013: Malaga
2013--2016: Manchester City

Senior:
2016--2019: Manchester City (4 caps/2 gol)
2019-- ....: Real Madrid

Tim Nasional:
2016--2017: Spanyol U-17 (10 caps/3 gol)
2016--2018: Spanyol U-19 (10 caps/1 gol)
2017--.....: Spanyol U-17 (1 caps/0 gol)


Video: Pemain Persib Tetap Jaga Kondisi saat Libur Kompetisi

 


(ACF)


BACA JUGA
BERITA LAINNYA

Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.