• DONASI PALU/DONGGALA :
    Tanggal 23 NOV 2018 - RP 51.179.914.135

  • Salurkan Donasi Anda: (BCA - 309.500.6005) A/n Yayasan Media Group

  • Salurkan Donasi Anda: (Mandiri - 117.0000.99.77.00) A/n Yayasan Media Group

  • Salurkan Donasi Anda: (BRI - 0398.01.0000.53.303) A/n Yayasan Media Group

Soal Kapan Pensiun, Buffon Masih Galau

M. Rizky Adhestian - 13 Maret 2018 19:31 wib
Kiper andalan Juventus dan Timnas Italia Gianluigi Buffon masih
Kiper andalan Juventus dan Timnas Italia Gianluigi Buffon masih galau soal keputusan pensiun (Foto: AFP/MIGUEL MEDINA)

Turin: Kiper Juventus Gianluigi Buffon tidak menutup kemungkinan mengubah keputusannya untuk gantung sarung tangan di akhir musim ini. Ada beberapa hal yang bisa membuatnya menunda keputusan pensiun.

Awal musim ini, Buffon yang sudah menginjak usia 40 tahun mengatakan bahwa musim ini akan jadi musim terakhirnya berkarier sebagai pesepak bola. Kegagalan Timnas Italia lolos ke Piala Dunia 2018 semakin membulatkan tekadnya untuk pensiun.

Akan tetapi, baru-baru ini ia mengubah keputusannya dan kembali turun gunung membela Gli Azzurri. Tak ubahnya di timnas, Buffon juga masih galau soal keputusannya pensiun di level klub.
 

Baca: Guardiola Tak Anggap Penting Angkat Trofi Juara di Derby Manchester


"Motivasi adalah segalanya. Selama saya masih sanggup menderita, untuk berjuang, maka saya akan lanjut. Setelah gairah yang memotivasi saya pada tahun-tahun pertama saya, saya menentukan tujuan untuk menggeluti tantangan, untuk selalu berjuang meraih hasil yang lebih besar," kata Buffon.

"Saya harus melihat dulu bersama klub, apakah saya masih punya energi yang cukup dan apakah saya bisa lanjut atau tidak," sambungnya.

Kapten Juventus itu tidak terlalu memusingkan prospek dari kariernya ke depan. Buffon mengaku sudah cukup puas dengan apa yang sudah ia dapat selama ini, meski masih ada satu ganjalan di hatinya, yakni gagal meraih trofi Liga Champions.
 

Baca juga: PREDIKSI ROPAN: MU Berpeluang Lolos, Chelsea Sulit Menang di Camp Nou


"Apa yang membuat saya bahagia adalah, bagaimana masa depan saya nanti, saya sudah tenang dan bersyukur atas karier saya selama ini dan untuk yang telah saya berikan kepada Juventus, Parma, Timnas Italia dan dunia sepak bola," ujarnya.

Di musim ini, Buffon masih punya peluang mengakhiri rasa penasarannya mengangkat trofi Liga Champions, menyusul kesuksesan Juventus melaju ke babak perempaat final. Di pentas Serie A, Buffon juga berpeluang besar membantu Bianconeri merebut titel scudetto ketujuh secara beruntun. (Soccerway)

Tak ingin ketinggalan update berita bola dan olahraga? Follow instagram kami @medcom_olahraga

Video: ?Jersey Egy Maulana di Lechia Gdansk Dibanderol Rp970 Ribu




(ACF)


BACA JUGA
BERITA LAINNYA

Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.