Pelaku Streaming Ilegal Liga Inggris Ditetapkan Tersangka

    Rendy Renuki H - 21 Mei 2020 12:00 WIB
    Pelaku <i>Streaming</i> Ilegal Liga Inggris Ditetapkan Tersangka
    Logo Liga Primer Inggris (Ist)
    Jakarta: Para pelaku streaming ilegal Liga Inggris ditetapkan tersangka oleh Kejaksaan Negeri Bandung, Jawa Barat. Para pelaku didakwa melakukan pelanggaran hak cipta tayangan streaming ilegal Liga Inggris di Indonesia yang hak siarnya dipegang Mola TV.

    Berkas perkara para tersangka telah memenuhi unsur pidana, dan dinyatakan lengkap (P-21) oleh Kejaksaan. Para tersangka streaming ilegal tersebut yakni pengelola situs koragoll.com, tvxoe.com, shootgol.net, tvball7.com, tvball7.xyz, bosball.com, pastivi.com dan indiostv.com.

    Para tersangka diancam pidana maksimal hingga 10 tahun penjara dan denda Rp4 miliar. Sesuai ketentuan Pasal 118 ayat (2) jo. Pasal 25 huruf ayat (2) Undang-Undang No. 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta serta telah dilakukan penahanan oleh pihak Kejaksaan guna menunggu proses persidangan sejak tanggal 19 Mei 2020.

    Kepala Sub Seksi Pra Penuntutan Pidana Umum Kejaksaan Tinggi Jawa Barat, selaku Jaksa Penuntut Umum, M. Afif Perwiratama Pramono mengatakan, hasil pra penuntutan dan penelitian berkas perkara yang telah diberikan oleh penyidik Polda Jawa Barat telah lengkap atau P-21 tertanggal 12 Mei 2020.

    "Artinya perkara dengan dua tersangka tersebut sudah diterima oleh Kejati Jawa Barat dan diambil alih oleh Kejati Jawa Barat untuk nantinya akan dipersiapkan untuk dapat disidangkan di Pengadilan Negeri Kota Bandung," kata Afif lewat keterangan tertulis, Kamis 21 Mei.

    Tim kuasa hukum Mola TV, Uba Rialin menerangkan, upaya hukum terpaksa diambil karena pihaknya telah beritikad baik dengan mengumumkan perihal hak atas tayangan Mola Content & Channels tersebut di surat kabar nasional.

    Pihaknya juga melakukan sosialisasi dan melakukan pendekatan persuasif kepada khalayak umum secara intensif ke beberapa kota di Tanah Air, hingga memberikan peringatan kepada pihak-pihak yang diduga melakukan pelanggaran, namun upaya-upaya sebagaimana disebutkan diatas tetap diabaikan.

    "Langkah ini sebagai bukti kalau kita harus berjuang dengan tindakan nyata khususnya terkait kasus pelanggaran hak cipta atas tayangan yang dimiliki secara sah ini. Bukan hanya dari sisi pidana dan ekonomi saja, nama Indonesia juga bisa tercoreng karena kita sudah dipercaya untuk menjadi pemegang hak lisensi tunggal," ujar Uba Rialin.

    "Kami sangat menyayangkan kejadian ini karena kami sudah berusaha bersikap kooperatif. Sebelum memulai suatu prosedur hukum atas kasus dugaan pelanggaran tertentu, kami memastikan untuk selalu membuka pintu dialog dan kerja sama dengan melayangkan surat somasi secara patut kepada pihak-pihak yang bersangkutan, namun apa daya usaha tersebut tidak diindahkan dan pelanggaran tetap terjadi," sambungnya.



    (RIZ)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id