Liga 1 Indonesia 2020

    Slemania Trauma PSS Dibesut Pelatih Asing

    Ahmad Mustaqim - 18 Januari 2020 21:22 WIB
    Slemania Trauma PSS Dibesut Pelatih Asing
    Suporter PSS Sleman (Ilustrasi)
    Pelatih asing sebelumnya hanya bertahan setengah musim. Horacio didepak manajemen usai PSS dibekap 0-2 oleh Persik Kediri dan digantikan Rudi William Keltjes.

    Sleman: Kelompok pendukung PSS Sleman, Slemania, dibayangi catatan buruk kalau klub kesayangannya ini dibesut pelatih asing. Pelatih anyar PSS Eduardo Perez Moran, notabene adalah pelatih asing, yang juga mantan asisten pelatih Luis Milla di Tim Nasional Indonesia pada 2018.

    Keberadaan Eduardo sebagai pelatih asing akan menjadi yang kedua di tim berjuluk Super Elang Jawa. Sebelumnya, Horacio Albertus Montes pernah melatih PSS pada 2007 silam.

    Namun, Horacio kala itu hanya bertahan setengah musim. Horacio didepak manajemen usai PSS dibekap 0-2 oleh Persik Kediri. Horacio kemudian digantikan Rudi William Keltjes.

    "Catatan (kegagalan PSS dilatih pelatih asing) itu tentu jadi kekhawatiran kami. Takutnya Eduardo senasib dengan Horacio," kata Presidium Slemania Asep Handi Kurniawan di Sleman, Sabtu 18 Januari 2020.

    Ia mengatakan, catatan 12 tahun memang tak sepenuhnya bisa jadi patokan. Asep masih menaruh harapan, Eduardo bisa berprestasi lebih baik bersama PSS.

    Asep juga tak menutupi kekecewaan keputusan manajemen PSS yang tak memperbaharui kontrak Seto Nurdiantoro. Baginya, Seto telah berkontribusi besar bagi PSS, baik sebagai pemain maupun pelatih.  

    "Kami sudah jatuh cinta pada coach Seto. Tapi inilah keputusan manajemen. Kami doakan coach Seto sukses dalam karir kepelatihannya," ujarnya.

    Asep akan mendukung keputusan manajemen PSS saat ini. Ia berharap, PSS bisa menyuguhkan permainan yang lebik baik sesuai gaya dan karakter pemainan di bawah Eduardo.

    Seorang pendukung PSS, Wayahdi, mengaku masih ingat betul bagaimana buruknya kinerja pelatih Horacio saat PSS di Divisi Utama. Bermodal pemain seperti Slamet Nur Cahyo (Madura United), Fajar Listiyantoro (adik Seto Nurdiantoro), Gaston Castano, dan Anderson, PSS tampil melempem.

    "Jelek banget pas itu mainnya. PSS ya gagal, tak bisa memenuhi target buat promosi ke Liga Super (Liga Super Indonesia)," ujarnya.

    Wayahdi berusaha berpikir positif saat untuk kali kedua PSS dibesut pelatih asing. Ia berharap, PSS bersama pelatih berpaspor Spanyol ini bisa memenuhi target manajemen finis di lima besar.

    Menurutnya, PSS saat ini masih dalam proses pembentukan tim. PSS merekrut sejumlah pemain lokal serta memenuhi satu slot pemain asing Asia. PSS dijadwalkan menjalani latihan perdana bersama Eduardo, Selasa 21 Januari 2020.

    Video: Shin Tae-yong Soroti Fisik dan Mental Timnas Indonesia




    (RIZ)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id