Filosofi di Balik Desain Baru Trofi Piala Presiden 2019

    Daviq Umar Al Faruq - 11 April 2019 21:43 WIB
    Filosofi di Balik Desain Baru Trofi Piala Presiden 2019
    Trofi Piala Presiden 2019 (medcom.id/Daviq Umar)
    Desain baru trofi Piala Presiden 2019 menampilkan ornamen batu akik yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Juga ada tambahan ornamen perak untuk menampilkan kesan futuristik dan bunga Mandalika sebagai perlambang persatuan.

    Malang: Arema FC dan Persebaya Surabaya bakal memperebutkan Trofi Piala Presiden 2019. Kedua tim bakal bertanding pada babak final leg kedua di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jumat 12 April 2019.

    Trofi Piala Presiden tahun ini mengusung konsep baru namun tak melenceng jauh dari konsep lama. PSSI memercayakan bentuk dan kreasi trofi secara khusus kepada salah seorang seniman Indonesia, Surya Aditya. 

    Kepada awak media, Surya mengaku desain trofi tahun ini diberi sentuhan perak. Hal itu bertujuan agar piala ini memiliki nilai prestise dan futuristik tanpa mengubah bentuk dasar trofi karya seniman, Ida Bagus Ketut Lasem tersebut.
     

    Baca: Persebaya Usung Semangat Manchester United ke Malang


    "Trofi ini terbuat dari batu-batu (akik) dari Indonesia yang dikombinasikan dengan perak. Batunya kami ambil khusus dari berbagai penjuru di nusantara," kata Surya di Malang, Jawa Timur, Selasa 11 April 2019.

    Batu-batuan (akik) yang ditambahkan di beberapa bagian dari trofi bukan batu asal-asalan. Batu akik yang dipilih adalah batu yang punya nilai-nilai keindahan dan filosofis.

    Mulai dari Batu Red Baron Pacitan, Teratai Merah, Badar Besi, Red Borneo, Lukulo Kebumen, Batu Cirebon, Batu Cempaka Merah dan batu-batu lainnya.

    "Arahan untuk desain dari PSSI enggak ada. PSSI hanya memberikan konsepnya harus begini lalu yang ngembangin kita," terangnya.

    Trofi ini sengaja diberi warna merah-putih sebagai representasi lambang negara Indonesia yang merepresentasikan persatuan. 
     

    Baca juga: Pengamanan Final Piala Presiden 2019 akan Pecahkan Sejarah


    Pada bagian atas trofi terdapat ukiran ornamen bunga mandalika. Bunga ini adalah representasi dari semboyan 'Bhineka Tunggal Ika' yang berarti berbeda-beda tapi tetap satu jua.

    "Pengerjaan trofi ini memakan waktu sekitar 20 hari," pungkasnya.

    Seperti diketahui, Arema FC berhasil menahan imbang Persebaya Surabaya pada leg pertama final Piala Presiden 2019. Laga yang digelar di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Selasa 9 April 2019 itu berakhir imbang 2-2.

    Dengan hasil ini, Arema hanya butuh hasil imbang dengan skor 0-0 atau 1-1 untuk mengulang kesuksesan menjuarai Piala Presiden pada 2017. Sementara bagi Persebaya, untuk juara mereka harus menang atau imbang dengan skor di atas dua gol.

    Tak ingin ketinggalan update berita bola dan olahraga? Follow instagram kami @medcom_olahraga

    Video: ?Indonesia Peringkat 5 Besar Penghasil Startup Dunia




    (ACF)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id