Misi Sulit PSIM Hadapi Sisa Kompetisi Liga 2

    Ahmad Mustaqim - 13 Oktober 2019 16:54 WIB
    Misi Sulit PSIM Hadapi Sisa Kompetisi Liga 2
    Pelatih PSIM, Liestiadi. (Foto: Media Ofisial PSIM)
    Yogyakarta: PSIM Yogyakarta tak akan lolos ke babak delapan besar andai dua tim penghuni peringkat dua, tiga, serta empat klasemen sementara Liga 2 wilayah timur, Mitra Kukar, Persewar, dan Marpatura berhasil menang di laga terakhir. Jika menang, ketiga tim akan mengemas 33 poin (Mitra Kukar) dan 31 poin (Persewar dan Martapura). 

    PSIM yang berada di peringkat ke tujuh baru mengantongi 24 poin dan menyisakan dua laga kandang kontra Persatu Tuban dan Persis Solo. Andai menang dua laga itu, PSIM mentok hanya mengemas 30 poin. 

    Problem PSIM bukan hanya soal ketergantungan pada hasil tim lain. Mereka juga sedang menghadapi tren buruk setelah enam laga terakhir, yakni lima kali kalah dan sekali menang. Situasi ini membuat pelatih Aji Santoso mundur yang akhirnya digantikan Liestiadi serta dan asisten Erwan Hendarwanto. 

    Liestiadi merupakan eks pelatih Persiba Balikpapan, PSM Makassar, Persegres Gresik, dan Blitar Bandung United yang  dipastikan terdegradasi ke Liga 3. Erwan, merupakan sosok tak asing karena musim lalu mengasisteni pelatih PSIM, Bona Simanjuntak. 

    Liestiadi mengatakan dirinya tak memiliki banyak waktu mempersiapkan tim untuk melawan Persatu Tuban di Stadion Mandala Krida, Minggu 13 Oktober sore WIB. Selain latihan, ia hanya melakukan diskusi dengan jajaran pemain senior dan tim pelatih. Ia melihat Erwan juga pernah mengangkat kemampuan permainan PSIM musim lalu. 

    "Hal-hal semacam itu seperti tahun harus kita curi. Tahun lalu PSIM memulai kompetisi minus sembilan poin dan bisa bertahan (di Liga 2)," ujar Liestiadi.

    Menganalisa kelebihan dan kekurangan PSIM menjadi fokus Liestiadi memimpin skuat Mataram di sisa kompetisi. Salah satunya soal kebuntuan PSIM di lini depan. 

    "Finishing akan kita perbaiki. Lawan Sulut (United) kekurangan kita tutupi. Mudah-mudahan bisa ikuti instruksi dan implementasikan dengan poin penuh," kata dia. 

    Persatu Tuban juga dalam tren positif lantaran bisa merepotkan Mitra Kukar yang merupakan mantan kontestan Liga 1 musim 2018. Ia menilai, PSIM hanya lebih siap meski bermain di kandang. 

    Di sisi lain, sejumlah pemain PSIM cenderung menunjukkan penurunan performa yang salah satunya adalah Saldi. Sementara itu, Cristian Gonzales dipastikan absen karena akumulasi kartu. Junius Bate, Nugroho, Heri Susilo juga diragukan tampil. 

    "Saya sebagai pelatih harus optimistis dengan materi yang ada. Saya yakin mereka akan berjuang keras. Kita memang main dengan 11 pemain, tapi pasti ada yang ke-12, terutama suporter," ucapnya. 

    Pelatih Persatu Tuban, Bambang Sumantri hanya menargetkan mencuri poin di Yogyakarta. Di sisi lain, Bambang pernah menjadi salah satu pemain andalan PSIM dengan posisi sayap. Ia menegaskan mewaspadai bagaimana dampak Erwan ketika bergabung PSIM. 

    "Saya kira tahu sendiri Erwan yang pegang tim, tidak ada perbedaan, antisipasi motivasi mereka saat punya pelatih baru. Kami ingin menyuguhkan permainan cantik, sportif, dan tetap kita junjung fair play di pertandingan," ujar Bambang. 

     



    (KAH)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id