Mengenang Penggawa Timnas U-16: Alfin Farhan Lestaluhu

    Riyan Ferdianto - 01 November 2019 17:17 WIB
    Mengenang Penggawa Timnas U-16: Alfin Farhan Lestaluhu
    Alfin Lestaluhu (Dok. PSSI)
    Jakarta: Kabar duka datang dari persepakbolaan dalam negeri. Penggawa timnas U-16,  Alfin Farhan Lestaluhu, dikabarkan meninggal dunia. 

    Alfin merupakan salah satu korban gempa di Maluku beberapa waktu lalu dan mendapatkan perawatan nyaris sebulan akibat luka yang dialaminya.
     
    Alfin sempat dirawat di salah satu Rumah Sakit di Ambon. Ia dibawa oleh PSSI ke Rumah Sakit Royal Progress untuk mendapatkan perawatan intensif.

    "Telah berpulang menghadap Sang Pencipta, Alfin Farhan Lestaluhu. Selamat jalan, Alfin, terima kasih atas segala perjuanganmu untuk nama harum Indonesia," tulis PSSI di akun twitter resminya.
     
    Alfin merupakan salah satu pemain andalan Bima Sakti untuk mengisi pos bek kanan timnas U-16. Ia bahkan sempat mencetak gol ke gawang Filipina pada babak kualifikasi Piala Asia U-16.
     
    Asosiasi Pemain Profesional Indonesia (APPI) bahkan sempat menyelenggarakan laga amal untuk Alfin. Namun sayang, nyawa Alfin tak tertolong.

    Profil singkat  Alfin Farhan Lestaluhu:

    Alfin Farhan Lestaluhu lahir di Tulehu, Maluku pada 1 September 2003.

    Sebelum bergabung dengan tim nasional Indonesia U-16 Alfin Farhan Lestaluhu bersekolah di Sekolah Khusus Olahraga (SKO) Ragunan, Jakarta

    Alfin Farhan Lestaluhu menjalani debut internasional bersama Timnas U-16 di ajang Piala AFF U-16 2019 di Thailand 25 Juli hingga 9 Agustus.

    Selanjutanya, Alfin Farhan Lestaluhu kembali masuk dalam skuat Timnas U-16 pada ajang Kualifikasi Piala Dunia U-16 2020 di Stadion Madya dan Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta pada September.

    Alfin berhasil menyumbangkan satu gol saat Timnas U-16 menang 4-0 atas Filipina.  

    Timnas U-16 telah melakoni empat pertandingan di Kualifikasi Grup G Piala Asia 2020. Pada laga terakhir, Indonesia bermain imbang tanpa gol dengan Tiongkok U-16.
     
    Sebelumnya, asuhan Bima Sakti berhasil memenangkan tiga pertandingan. Pertama melawan Filipina dengan skor 4-0, lalu Mariana Utara 15-1 dan Brunei Darussalam 8-0.

    Timnas U-16 menempati posisi dua dari empat tim yang lolos dengan status runner-up terbaik. Keempat tim ini sama-sama mengoleksi tujuh poin.

    Meski kemenangan 15-1 atas Kepulauan Mariana tidak dihitung, Indonesia masih memiliki selisih gol (+12) yang membuat mereka lolos bersama dengan Yaman (+12) dan Uzbekistan serta Oman yang sama-sama memiliki selisih gol (+3).

    Kesuksesan Timnas U-16 ini pantas diapresiasi. Pasalnya, Indonesia jadi satu-satunya negara Asia Tenggara yang berhasil lolos ke putaran final. Beberapa tim kuat ASEAN seperti Vietnam dan Thailand gagal lolos meski berstatus runner-up di grupnya masing-masing.


    Video: Jadwal Lengkap Liga Top Eropa Akhir Pekan Ini

     



    (PAT)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id