PSIM Ypgyakarta

    PSIM Buru Tanda Tangan Seto Nurdiantoro

    Ahmad Mustaqim - 27 Januari 2020 18:51 WIB
    PSIM Buru Tanda Tangan Seto Nurdiantoro
    Seto Nurdiyantoro (kiri)-Medcom.id
    Seto memang tengah menganggur usai kontraknya tak lagi diperpanjang PSS Sleman. Bambang tak menampik, jika pihaknya tertarik untuk merekrut Seto.

    Yogyakarta: Klub Liga 2 Indonesia, PSIM Yogyakarta, terus memburu pelatih untuk mengarungi kompetisi musim depan. Nama pelatih Seto Nurdiantoro menjadi salah satu daftar buruan tim yang berbasis di Stadion Mandala Krida itu.

    CEO PT PSI Jaya Bambang Susanto, mengatakan ada sejumlah nama yang tengah dipertimbangkan menjadi calon pelatih tim berjuluk Laskar Mataram itu. Salah satunya, Seto Nurdiantoro.

    “Ada empat sampai lima calon pelatih yang kami jajaki. Kriterianya, satu visi dan misi dengan kami bagi peningkatan prestasi PSIM,” kata Bambang di Yogyakarta, Senin 27 Januari 2020.

    Seto memang tengah menganggur usai kontraknya tak lagi diperpanjang PSS Sleman. Bambang tak menampik, jika pihaknya tertarik untuk pria yang pernah menjadi pemain sekaligus pelatih PSIM itu.

    Kabar yang berembus, jajaran PSIM sudah melakukan pertemuan dengan Seto Nurdiantoro. Mereka yang sempat menyertai pertamuan itu, yakni pembina PSIM Haryadi Suyuti, serta salah satu komisaris PT PSIM Jaya Irintoko Dumadi.

    Bambang belum bisa memberikan keterangan berapa persentasi Seto akan direkrut. Ia hanya menyatakan, PSIM tengah melakukan persiapan untuk mengarungi kompetisi Liga 2 2020.

    “Termasuk mencari pelatih, di mana kami sudah bicara dengan beberapa kandidat. Mudah-mudahan awal Februari terbentuk,” katanya.

    Soal pembentukan tim, sejumlah pemain PSIM telah memutuskan bergabung ke klub lain. Bambang tak menyoal itu lantaran menjadi salah satu hak pemain.

    Ia hanya ingin PSIM bisa menunjukkan performa lebih baik dibanding musim 2019, yang berakhir dengan kerusuhan pada laga penutupan Liga 2 saat menjamu Persis Solo di Stadion Mandala Krida. Saat itu, kerusuhan tak terelakkan terjadi di dalam dan di luar stadion. Bahkan, sejumlah mobil turut dibakar di luar stadion.

    “Kami lebih fokus ke pembenahan internal musim depan. Takut kalau rusuh lagi dan jelas itu trauma bagi saya. Trauma kerusuhan maksud saya, karena saya tidak suka kekerasan,”ungkapnya.

    Sementara, Seto Nurdiantoro sendiri mengaku sempat menjalin komunikasi dengan sejumlah perwakilan klub, termasuk dari Liga 2. Pihaknya siap melanjutkan karir kepelatihan di kompetisi manapun.

    "Tentu saya membuka membuka peluang klub manapun. Mau liga putri, atau liga santri, yang penting ada komunikasi," kata eks pemain Tim Nasional Indonesia tersebut.

    Video: Legenda NBA Kobe Bryant Meniggal Dunia




    (RIZ)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id