• DONASI PALU/DONGGALA :
    Tanggal 21 OKT 2018 - RP 46.708.723.881

  • Salurkan Donasi Anda: (BCA - 309.500.6005) A/n Yayasan Media Group

  • Salurkan Donasi Anda: (Mandiri - 117.0000.99.77.00) A/n Yayasan Media Group

  • Salurkan Donasi Anda: (BRI - 0398.01.0000.53.303) A/n Yayasan Media Group

Liga 1 Indonesia 2018

Curhatan CEO Usai Arema Dijatuhi Sanksi PSSI

Daviq Umar Al Faruq - 11 Oktober 2018 19:53 wib
CEO Arema FC Iwan Budianto-Medcom.id/Daviq
CEO Arema FC Iwan Budianto-Medcom.id/Daviq

Malang: CEO Arema FC Iwan Budianto mengaku pihaknya sebenarnya menerima sanksi apapun yang diberikan Komisi Disiplin (Komdis) Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI). Hanya saja, sanksi yang baru dijatuhkan ini dirasa sangat berat bagi kelangsungan hidup klub berjuluk Singo Edan itu.

"Sanksi ini tidak hanya berat bagi klub yang kehilangan dukungan dari Aremania (suporter Arema) saja, apalagi posisi Arema FC saat ini di klasemen masih berada di posisi yang mengkhawatirkan. Tapi klub juga kehilangan pendapatan," kata Iwan dalam keterangan resminya, Kamis 11 Oktober 2018.

Seperti diketahui, Arema FC resmi dijatuhkan sejumlah sanksi oleh PSSI. Sanksi itu didapat setelah pengawas pertandingan dan tim pemantau PSSI menemukan beberapa pelanggaran dalam laga Arema FC menghadapi Persebaya Surabaya pada pekan ke-24 Liga 1 Indonesia 2018, Sabtu 6 Oktober 2018 lalu. 

Baca juga: Hasil Sidang Komdis PSSI: Arema Tanpa Penonton Sampai Akhir Musim
 
Beberapa pelanggaran itu antara lain pengeroyokan yang dilakukan suporter Arema terhadap suporter Persebaya, serta intimidasi yang dilakukan suporter Arema dengan cara mendekati pemain Persebaya.

Atas kedua pelanggaran ini, Arema diberi sanksi berupa larangan menggelar pertandingan dengan penonton pada laga kandang. Selain itu, suporter Arema juga dilarang memberikan dukungan juga pada saat laga tandang hingga akhir musim kompetisi 2018.

"Tentu sanksi ini akan berpengaruh terhadap operasional kelangsungan hidup klub. Tidak hanya pemain dan ofisial, tapi nasib karyawan juga akan terdampak," tambahnya.

Baca juga: Polisi Mulai Selidiki Kasus Penganiayaan oleh Dua Pemain Timnas Rusia

Pria yang akrab disapa IB ini menambahkan, selain klub juga ada pihak-pihak lain yang akan dirugikan atas sanksi ini. Mulai dari Aremania hingga pedagang yang biasa berjualan di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, dikala Arema bertanding.

"Aremania menjadi tidak dapat mendampingi tim kebanggaannya. Dampak juga dirasakan pelaku usaha kecil seperti asongan, PKL yang mendapat rezeki saat pertandingan. Bahkan, efek lainnya kontribusi penerimaan pajak daerah juga akan terhambat," pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, dalam laga Arema kontra Persebaya sebelumnya terdapat beberapa perbuatan tidak terpuji yang dilakukan para suporter. Di antaranya meneriakan cacian hinaan serta menerobos masuk ke lapangan saat turun minum dan beberapa waktu setelah babak kedua berakhir.

Pelanggaran lainnya adalah kasus menyalakan flare dan pelemparan botol yang dilakukan suporter Arema FC. Atas pelanggaran ini, Arema didenda Rp100 juta.

Selain kepada klub, Komdis PSSI juga menghukum dua suporter Arema FC, Yuli Sumpil dan Fandy karena memprovokasi penonton lain dengan cara turun ke lapangan. Keduanya dihukum tidak boleh masuk stadion di wilayah Republik Indonesia seumur hidup.

Video: Klasemen Perolehan Medali Asian Para Games, Indonesia di Posisi 6
 


(RIZ)


BACA JUGA
BERITA LAINNYA

Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.