PT LIB Berutang, Sriwijaya FC Minta BOPI Tunda Liga 2

    Media Indonesia - 13 Februari 2020 20:57 WIB
    PT LIB Berutang, Sriwijaya FC Minta BOPI Tunda Liga 2
    Direktur Utama PT Liga Indonesia Baru Cucu Somantri (kiri), Komisaris Utama Sonhaji (kedua kiri) bersama komisaris Munafri Arifuddin (kedua kanan) dan Ferry Paulus (kanan). (ANTARA FOTO/Fikri Yusuf)
    Jakarta: Sriwijaya FC bersikap tegas atas utang senilai Rp3,4 miliar yang tak kunjung dibayar PT Liga Indonesia Baru (PT LIB). Jumlah itu berasal dari rating televisi, elite pro academy, dan subsidi klub Liga 1 Indonesia 2017 dan Liga 2 Indonesia 2018.

    Merespons utang PT LIB, Manajer Sriwijaya FC Hendri Zainuddin langsung menghampiri Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) pada Kamis 13 Februari. Di sana, mereka meminta BOPI untuk menunda Liga 2 hingga utangnya dilunasi.

    "Kalau belum ada penyelesaian, ditunda saja dulu kompetisinya. Kalau operator tidak menyelesaikan harus ditindak juga," ujar Hendri di kantor BOPI.

    Hendri menjelaskan, selama ini pihaknya telah menghubungi PT LIB perihal tunggakan tersebut. Namun, belum ada titik terang penyelesaian. Terakhir, kata Hendri, PT LIB menyicil utang itu dengan membayar Rp200 juta pada Januari lalu.

    Hendri berharap BOPI bisa memfasilitasi masalah ini dan berharap pelunasan utang klubnya segera rampung. Dengan begitu, kick off Liga 2 pun tidak akan terganggu.

    "Kalau perbincangan, baik lewat surat dan secara langsung sudah berkali-kali. Alokasi dana untuk bayar pemain tidak terbayar karena PT LIB tidak menjalankan kewajiban," kata Hendri.

    Sementara itu, Ketua Umum BOPI Richard Sam Bera mengatakan pihaknya akan memfasilitasi masalah tersebut. Richard meminta kepada manajemen klub untuk memberikan data detail terkait kronologis dan dokumen tunggakan.

    "BOPI harus tahu terlebih dahulu detail masalah ini, makanya kita butuh data dukung. Kalau sudah lengkap, kita akan bantu push (dorong) penyelesaiannya oleh PT LIB," kata Richard.

    Di lain sisi, Direktur PT LIB Cucu Sumantri mengaku pihaknya punya itikad baik dan bakal menyelesaikan utang tersebut. Salah satu bentuknya lewat cicilan yang diberikan Januari lalu.
    Namun menurutnya, tunggakan itu tak bisa dibayar begitu saja dan butuh waktu untuk melunasinya.

    "Ya, kita upayakan musim ini. Kita kan punya itikad baik dengan menyicil. Iya, itu tertunggak pada 2017. Saya baru masuk sebulan, masa disuruh bayar utang?" tutup Cucu. 



    (KAH)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id