• DONASI PALU/DONGGALA :
    Tanggal 23 NOV 2018 - RP 51.179.914.135

  • Salurkan Donasi Anda: (BCA - 309.500.6005) A/n Yayasan Media Group

  • Salurkan Donasi Anda: (Mandiri - 117.0000.99.77.00) A/n Yayasan Media Group

  • Salurkan Donasi Anda: (BRI - 0398.01.0000.53.303) A/n Yayasan Media Group

Liga 1 Indonesia 2018

Bepe Amini Juara Liga 1 Sudah Diatur

M. Rizky Adhestian - 06 Desember 2018 09:44 wib
Bambang Pamungkas (kiri) bersama kapten Persija Jakarta, Ismed
Bambang Pamungkas (kiri) bersama kapten Persija Jakarta, Ismed Sofyan (kanan) (Foto: ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja)

Jakarta: Veteran Timnas Indonesia dan Persija Jakarta, Bambang Pamungkas, mengeluarkan pernyataan menyinggung isu match fixing di sepak bola Tanah Air. Ia membenarkan adanya pengaturan di balik gelar juara Liga 1 Indonesia 2018, seperti yang disampaikan legenda sepak bola Indonesia, Rochy Melkiano Putiray.

Lewat cuitannya yang terbagi dalam tujuh bagian, pemain yang akrab disapa Bepe itu tidak menampik pernyataan Rochy soal pengaturan juara Liga 1 tahun ini. Bepe menganggap pernyataan Rochy bukanlah omong kosong belaka.

"Beberapa waktu lalu Kaka Nyong (begitu saya biasa memanggilnya) menyampaikan pendapat, jika "(selama ini) Juara liga Indonesia sudah diatur," tulis Bepe di akun Twitter resminya @bepe20.

Baca: Ungkap Match Fixing, Bambang Suryo Dapat Ancaman Dimutilasi

"Respons saya: 'Di mata saya Kaka Nyong adalah pemain yang cukup memiliki integritas. Oleh karena itu, saya yakin jika dia memiliki dasar yang kuat dalam menyampaikan pendapatnya," lanjut dia.

Sebelumnya, sebuah video wawancara antara Rochy dengan wartawan olahraga senior, Anton Sanjoyo, menarik perhatian warganet. Rochy membeberkan pendapatnya bahwa juara Liga 1 tahun ini sudah diatur.

Dalam video tersebut, Anton melempar pertanyaan frontal kepada Rochy: "Kaka (Rochy) mau bilang kalau semua ini sudah diatur?"

Tanpa jeda, Rochy langsung membalas: "Ya iyalah. Sekarang siapa yang mau taruhan sama saya kalau tahun ini Persija yang juara?"

Pernyataan Rochy tersebut seakan menguatkan kenyataan memang terdapat skandal match fixing di sepak bola Indonesia. Salah satu Komite Eksekutif PSSI, Hidayat, bahkan sudah terseret kasus tersebut.

Hidayat dihukum karena berupaya melakukan pengaturan skor pada laga Madura FC kontra PSS Sleman di babak delapan besar Liga 2 Indonesia 2018. Hasil sidang Komdis menghukum Hidayat tiga tahun dilarang berkecimpung di sepak bola nasional dan denda Rp150 juta. Hukuman tersebut mengacu kepada Pasal 65 Kode Disiplin PSSI yang membahas soal taruhan (judi).




(REN)


BACA JUGA
BERITA LAINNYA

Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.