• DONASI PALU/DONGGALA :
    Tanggal 23 NOV 2018 - RP 51.179.914.135

  • Salurkan Donasi Anda: (BCA - 309.500.6005) A/n Yayasan Media Group

  • Salurkan Donasi Anda: (Mandiri - 117.0000.99.77.00) A/n Yayasan Media Group

  • Salurkan Donasi Anda: (BRI - 0398.01.0000.53.303) A/n Yayasan Media Group

Pengaturan Skor Sepak Bola

Bambang Suryo Diduga Terlibat Match Fixing di Liga 3

Daviq Umar Al Faruq - 06 Desember 2018 19:22 wib
Bambang Suryo (kanan) saat memberikan keterangan pers terkait
Bambang Suryo (kanan) saat memberikan keterangan pers terkait adanya pengaturan skor di Liga Indonesia (Foto: medcom.id/Daviq Umar)

Malang: Sosok Bambang Suryo menjadi sorotan publik sepak bola Indonesia dalam sepekan ke belakang. Ia disorot lantaran pengakuannya terkait masih maraknya kasus pengaturan skor atau match fixing di sepak bola Indonesia.

Bambang bahkan secara gamblang menyebut satu nama, yakni Vigit Waluyo, yang diyakininya sebagai runner, istilah untuk orang yang jadi penghubung antara bandar judi dengan pihak klub untuk mengatur pertandingan di Indonesia.

Bambang sendiri merupakan mantan runner. Ia sempat membantu bandar-bandar judi melobi klub atau pemain untuk mengatur hasil laga. Namun, ia mengaku sudah bertaubat sejak 2015.
 

Baca: Kisah Bambang Suryo Keluar dari Dunia Match Fixing


Sayangnya, saat tengah gencar membantu membongkar skandal pengaturan skor yang kabarnya marak terjadi di kompetisi Liga 2 Indonesia musim ini, Bambang Suryo justru terjerat kasus serupa.

Bambang yang saat ini menjabat sebagai manajer di klub Liga 3, Metro FC diduga masih terlibat match fixing. Ia dilaporkan oleh pelatih PS Ngada, salah satu klub Liga 3, Kletus Marselinus Gabhe.

Dalam pengakuannya, Kletus mengatakan bahwa Bambang sempat mengubungi dirinya dan mengajak untuk mengatur hasil pertandingan kedua tim di babak 32 besar Liga 3 2018. Kletus bahkan mengklaim memiliki bukti rekaman percakapan telepon mereka.

Kubu PS Ngada yang berbasis di Pulau Flores, rencananya akan melaporkan hal ini kepada PSSI. Akan tetapi, mereka baru akan menyerahkan bukti percakapan telepon itu usai kompetisi Liga 3 musim ini. PS Ngada sendiri saat ini masih bertarung di babak 16 besar Liga 3.
 

Baca juga: Edy Bersikeras takkan Mundur dari PSSI Hingga 2020


Menanggapi tudingan tersebut, Bambang enggan berkomentar panjang. Kepada awak media, dia mengaku telah berhenti menjadi runner match fixing sejak 2015 lalu.

"No Comment. Saya tidak berbicara," kata Bambang singkat saat jumpa pers, Rabu 5 Desember 2018.

"Itu (tudingan PS Ngada) tidak ada pengaruhnya, saya tidak ada pengaruhnya itu. Saya mulai 2015 sudah tidak mau bermain (match fixing), karena saya membongkar, memberantas dan memerangi match fixing sejak 2015. Saya tidak ada unsur ke hal yang lain," bebernya.

Saat ditanya langkah selanjutnya, Bambang pun tetap tak menjawab. Dia mengaku saat ini hanya fokus untuk memerangi match fixing dan tak mau berpolemik dengan hal yang lain.

"Kita lihat nanti, saya selesaikan dulu step by step dulu," pungkasnya.

Tak ingin ketinggalan update berita bola dan olahraga? Follow instagram kami @medcom_olahraga

Video: ?Bambang Suryo Dapat Ancaman Usai Bongkar Praktik Pengaturan Skor



(ACF)


BACA JUGA
BERITA LAINNYA

Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.