Di Balik Ekspresi Datar Seto Nurdiantoro

    Daviq Umar Al Faruq - 24 September 2019 11:52 WIB
    Di Balik Ekspresi Datar Seto Nurdiantoro
    Pelatih PSS Sleman, Seto Nurdiantoro. (Foto: medcom.id/Daviq Umar)
    Malang: Pelatih PSS Sleman, Seto Nurdiantoro adalah sosok pelatih yang dikenal memiliki ekspresi datar. Hal itu hampir selalu terlihat saat dia mendampingi skuatnya berlaga.

    Seto hampir tak pernah melakukan selebrasi ketika pemainnya mencetak gol. Maksimal, pelatih 45 tahun ini hanya bertepuk tangan dengan raut muka datar, tanpa tersenyum.

    Kepada awak media, Seto membenarkan ekspresi datar yang biasa dia lakukan tersebut. Pelatih asal Sleman ini mengaku punya alasan tersendiri terkait kebiasaannya itu.

    "Tiap pelatih punya style nya masing-masing. Mungkin tipikal saya seperti itu," katanya di Malang, Senin 23 September 2019.

    Pelatih yang membawa PSS Sleman ke Liga 1 2019 ini mengaku terinsipirasi dari pelatih timnas Jerman, Joachim Loew. Terutama saat tim Panser menjuarai Piala Dunia 2014.

    Menurut Seto, Loew tidak pernah menunjukkan ekspresi berlebihan ketika skuatnya mencetak gol pada babak penyisihan. Ketika Jerman meraih juara, baru Loew menunjukkan ekpresinya.

    "Saya melihatnya bagaimana tim Jerman saat merayakan gol, tidak berlebihan. Tapi saat juara itu baru lepas. Itu yang menjadi salah satu keinginan saya," jelasnya.

    Di sisi lain, Seto mengaku enggan jemawa saat merayakan kemenangan. Sebab, walau sudah menjadi kontestan Liga 1, timnya hanya memiliki materi pemain kelas Liga 2.

    "Mungkin memang style saya seperti itu, datar-datar saja. Menang kalah yasudah, memang materi kami seperti ini," tegasnya.

    Putaran Kedua Liga 1 2019 Semakin Berat

    Seto Nurdiantoro mengaku putaran kedua Liga 1 2019 bakal lebih berat dibanding putaran pertama. Sebab, menurutnya seluruh tim bakal berlomba-lomba memperbaiki segala kekurangannya masing-masing.

    "Mulai dari merekrut pemain baru dan evaluasi masing-masing tim," katanya.

    Di sisi lain, PSS Sleman juga tak ingin ketinggalan melakukan pembenahan di sisi komposisi tim. Salah satunya dengan mendatangkan enam pemain baru pada jendela transfer paruh musim. 

    Tiga dari enam pemain anyar yang didatangkan, merupakan pemain muda dari klub kasta ketiga. Ketiganya yakni Ocvian Chanigio dan Efdal Prastiyo dari klub Persitema Temanggung, serta Arif Satya Yudha dari Protaba Bantul. 

    Sedangkan, tiga pemain baru lainnya berasal dari kontestan Liga 1 dan Liga 2. Yakni, gelandang Martapura FC, Ardan Aras, gelandang Badak Lampung FC, Jefri Kurniawan, dan striker Kalteng Putra, Antoni Putro Nugroho.

    "Mungkin kami juga satu-satunya tim Liga 1 yang nambah pemain dari Liga 3," ujar Seto.

    Mantan penggawa timnas Indonesia ini mengaku ingin PSS Sleman tak melupakan motivasi awal klubnya ketika berlaga di Liga 1. Salah satunya menjadi lebih baik dibanding saat masih berada di Liga 2.

    "Putaran kedua mungkin akan lebih kejam, baik persaingan dan mungkin ada faktor lain. Itu yang harus kita antisipasi," pungkasnya.

    Video: Peraih Penghargaan Terbaik FIFA 2019



    (ASM)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id