Pengangkatan Pelatih Baru PSS Sleman Munculkan Respons Negatif

    Ahmad Mustaqim - 16 Januari 2020 13:41 WIB
    Pengangkatan Pelatih Baru PSS Sleman Munculkan Respons Negatif
    Ilustrasi by medcom.id
    Sleman: Keputusan manajemen PT Putra Sleman Sembada (PSS) mengangkat pelatih anyar menyisakan masalah baru. Selain negosiasi dengan pelatih lama tak tuntas, kelompok suporter juga menunjukkan respons negatif. 

    Eduardo Perez Moran telah diangkat menjadi pelatih kepala PSS Sleman untuk Liga 1 musim 2020. Eks asisten Luis Mila di Tim Nasional Indonesia ini menggantikan Seto Nurdiantoro yang tak menemui kata sepakat dalam proses negosiasi perpanjangan kontrak. 

    Seto mengatakan, sudah beberapa kali bertemu manajemen PT PSS dalam membahas masa depannya di kursi kepelatihan tim. Berbagai hal ia sampai di setiap pertemuan. 

    "Saya sampaikan soal kendala tim, seperti tidak punya lapangan sendiri, mes pemain. Bahkan saya sudah mulai sampaikan sejak lima pertandingan terakhir (Liga 1) musim kemarin," kata Seto ditemui di salah satu kedai kopi di bilangan Caturtunggal, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman, Rabu malam, 15 Januari 2020. 

    Seto mengungkapkan, dalam dua pertemuan terakhir, dirinya menyampaikan permintaan kenaikan gaji 50 persen. Ia enggan menyebut ke dalam nominal rupiah. 

    "Itu manajemen sempat menyampaikan, kemampuannya (finansial) manajemen (memberikan kenaikan gaji) sekian. Ya sudah, saya bilang tak pikirkan dulu dengan keluarga," ujarnya. 

    Tak ada komunikasi lanjutan usai Seto menyatakan hendak memikirkan kemampuan manajemen PT PSS menggaji dirinya. Ia merasa, secara tiba-tiba tidak diberi tahu kalau PSS kemudian memilih pelatih lain. 

    "Manajemen PSS tidak kasih tahu. Misalnya, 'Ya sudah karena tak adanya kesepakatan kami mencari alternatif pelatih lain'. Tiba-tiba saya tahunya di media sosial (PSS mengangkat pelatih baru)," katanya. 

    Meski begitu, Seto enggan memikirkan terlalu larut. Baginya, itu menjadi salah satu risiko di karier setiap pelatih. 

    Di sisi lain, kalangan suporter PSS memberikan respons negatif. Muncul tagar #BCSMELAWAN di media sosial Twitter usai manajemen PT PSS mengangkat pelatih baru. BCS atau Brigata Curva Sud merupakan salah satu kelompok suporter ultras PSS. 

    CEO PT PSS, Fatih Chabanto mengatakan pihaknya sudah enam kali menggelar pertemuan dengan Seto. Tak kunjung menemui kesepakatan, Fatih mencari berkas curiculum vitae nama-nama pelatih yang masuk ke PSS. 

    Nama Eduardo secara cepat diputuskan menjadi pelatih kepala pada Selasa sore, 14 Januari 2020. Eduardo dikenalkan kepada media pada keesokan harinya. 

    "Banyak pelatih yang ingin melatih PSS. Saya lihat file-file yang sudah ada. Kami perlu gerak cepat. Melihat tak ada titik temu (negosiasi dengan Seto), kita terus segera berjalan. Kita diskusi dengan tim (manajemen) PSS. Kebetulan beliau (Eduardo) bisa (ditunjuk) mendadak (menjadi pelatih kepala PSS)," ujarnya. 

    Video: Hadapi Udinese, Ronaldo Absen Akibat Sinusitis



    (ASM)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id