Liga 1 Indonesia 2020

    Ancaman Boikot Suporter, CEO PT PSS: Itu Dinamika!

    Ahmad Mustaqim - 20 Januari 2020 21:22 WIB
    Ancaman Boikot Suporter, CEO PT PSS: Itu Dinamika!
    CEO PT PSS Fatih Chabanto -Medcom.Id/Ahmad Mustaqim
    Sleman: Manajemen PT Putra Sleman Sembada (PSS), perusahaan yang menaungi PSS Sleman, menganggap ancaman boikot kelompok suporter Brigata Curva Sud (SUD) adalah sebuah dinamika. Buntut pergantian kepelatihan tim, dengan masuknya pelatih Eduardo Perez Moran menggantikan Seto Nurdiantoro dituding tidak profesional.

    CEO PT PSS Fatih Chabanto mengatakan, situasi saat ini sebagai dinamika tim. Ia menilai hal itu bagian kritik suporter sekaligus kepedulian terhadap tim berjuluk Super Elang Jawa. 

    Seto dianggap para suporter telah membentuk karakter tim, sehingga pondasi tim bermaterikan pemain dari Liga 2 dapat bersaing di kompetisi kasta tertinggi Tanah Air. PSS di akhir kompetisi Liga 1 musim lalu, mengakhiri kompetisi di peringkat ke 8. 

    "Capaian PSS musim lalu merupakan kerja sama semua pihak, baik pemain, tim pelatih, panitia pelaksana, hingga manajemen. Suporter dan masyarakat Sleman juga ikut memberikan dukungan atas capaian itu," kata Fatih lewat siaran tertulis, Senin 20 Januari 2020. 

    Fatih mengatakan pihaknya sudah melakukan pembicaraan dengan Seto. Ia menyadari respons suporter sangat besar lantaran Seto terlanjur tak dikontrak. 

    Fatih mengaku telah mengutus Vice CEO PT PSS Teguh Wahono untuk menemui Seto beberapa saat usai negosiasi tak menemui kesepakatan. Namun, Seto saat itu tak ada di rumah. 

    "Kami sudah mengutus Teguh untuk menyampaikan terima kasih kepada coach Seto. Kami butuh segera menentukan pelatih (kepala) jelang Liga 1 bergulir Maret mendatang," katanya. 

    Fatih menyatakan pihaknya bakal lakukan sejumlah pembenahan sesuai tuntutan suporter. Misalnya, soal posisi rangkap jabatan di PT dan manajemen tim. Menurut dia, kondisi SDM belum sepenuhnya memadai. 

    "Saat ini PSS bersiap memulai latihan perdana, sambil menambah skuat sesuai kebutuhan dan rekomendasi dari pelatih. Waktu yang tidak banyak diharapkan dapat dijalani dengan semaksimal mungkin, sehingga saat kompetisi dimulai kita sudah siap," katanya. 

    Menanggapi hal itu, Seto mengakui dirinya sempat dihubungi Teguh. Sayang, saat itu dirinya sedang melakukan kegiatan di luar rumah. Ia enggan menanggapi lebih lanjut soal polemik pergantian kepelatihan di PSS. 

    "Mungkin dia (Teguh) datang ke rumah foto-foto. Setelah ada (pengumuman pelatih baru PSS) saya tidak tidak komunikasi lagi (dengan PT PSS)," ujar Seto.

    Video: Piala Dunia U-20 Dimanfaatkan Jadi Ajang Promosi Indonesia




    (RIZ)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id