Sukses Bertahan di Liga, PSS Incar 10 Besar

    Ahmad Mustaqim - 05 Desember 2019 21:27 WIB
    Sukses Bertahan di Liga, PSS Incar 10 Besar
    Pelatih PSS Seto Nurdiantoro (kanan)-Medcom.id/Ahmad Mustaqim
    Menurut Seto, di sisa empat pertandingan sekaligus bisa menjadi pertimbangan layak atau tidaknya para pemain PSS dipertahankan untuk musim depan.

    Sleman:
    PSS Sleman telah menyegel satu slot untuk Liga 1 musim 2020. Target bertahan di kompetisi Liga 1 Indonesia telah dipenuhi tim promosi Liga 2 itu.

    Namun, pelatih PSS Seto Nurdiantoro memiliki target sendiri dengan tim yang ia arsiteki sejak di Liga 2. Seto tak ingin PSS sekadar bertahan di kasta teratas sepak bola tanah air. 

    "Ada beberapa tugas yang harus saya selesaikan untuk menyelesaikan kompetisi ini. Ada satu target dari diri saya secara pribadi, akan kita selesaikan," kata Seto di Sleman, Kamis 5 Desember 2019. 

    Target pribadi lelaki 45 tahun ini yakni membawa PSS mengakhiri kompetisi di posisi 10 besar. Ia meyakini timnya masih memiliki potensi memenuhi ambisi itu. 

    Ya, kompetisi Liga 1 masih menyisakan empat pertandingan untuk PSS, yang kini bercokol di posisi ke-8 klasemen sementara dengan 43 poin. Koleksi poin PSS sama dengan PSM Makasaar (posisi tujuh) dan Arema (posisi ke enam). Sedangkan selisih poin PSS dengan tim di bawahnya hanya berkisar satu hingga tiga poin. 

    "Apapun itu, saya ingatkan pemain. Bukan untuk leha-leha. Kita targetkan lagi. Setelah lolos, target bertahan (Liga 1), kita harus lolos target apa lagi yang kita kejar," ujarnya. 

    Ia meminta anak asuhnya bisa terus menunjukkan penampilan terbaik. Menurut Seto, di sisa empat pertandingan sekaligus bisa menjadi pertimbangan layak atau tidaknya para pemain dipertahankan.

    "Harapan saya, tetap konsisten untuk (penampilan) pemain. Ada motivasi lebih. Secara psikis harusnya mereka lebih lepas. Jadi tampil lebih impresif, bukan untuk individu, tapi untuk tim," kata Seto. 

    Seto  mengingatkan, penampilan baik secara tim harus dilakukan secara kolektif. Apabila ada pemain tak mampu main secara tim, Seto menggaransi tak akan menggunakan jasanya di musim depan. 

    "Artinya harus ada kolektivitas di dalam tim. Kalau ada yang tampil individu, langsung saya nggak pakai," kata eks pemain Tim Nasional Indonesia tersebut.

    Video: Pekerjaan Berat Tim Voli Putri Indonesia
     



    (RIZ)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id