Jelang Liga 1 Indonesia 2020

    Suporter PSS dan PSIM Janji tidak Rusuh

    Ahmad Mustaqim - 28 Februari 2020 00:10 WIB
    Suporter PSS dan PSIM Janji tidak Rusuh
    Suasana perjanjian suporter klub PSS Sleman dan PSIM Yogyakarta. (Medcom.id/Ahmad Mustaqim)
    Sleman: Polda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) membuat perjanjian dengan klub PSS Sleman dan PSIM Yogyakarta. Itu dilakukan agar suporter dari kedua belah pihak beda kasta itu tidak membuat kerusuhan. 

    Perwakilan manajemen PSS dan PSIM dihadirkan di Polda DIY, Kamis 27 Februari. Kemudian, turut dihadirkan juga wakil kelompok suporter PSS--Slemania dan Brigata Curva Sud (BCS), serta suporter PSIM--Mataram Independent dan Brajamusti.

    Mereka diminta menandatangani kesepakatan agar menjaga ketertiban selama bergulir kompetisi Liga 1 dan Liga 2 musim ini. Kapolda DIY, Inspektur Jenderal Asep Suhendar, menjelaskan suporter merupakan aspek penting di dunia sepak bola.

    "Para suporter itu adalah pemain ke-12 yang mendampingi dan menyemangati pertandingan," kata Asep di Mapolda DIY. 

    Meski begitu, lanjutnya, dukungan suporter bisa saja memunculkan gesekan apabila tidak tercipta sikap saling respek. Asep lantas mengingatkan seluruh suporter untuk  menghormati tim serta kelompok lain. 

    "Suporter boleh saja bangga, tetapi jangan rasa bangga ini jadi ego yang ingin menang sendiri. Merasa lebih unggul dan merendahkan suporter lain. Tidak mau kalah dan sebagainya," kata dia. 

    Asep mendorong suporter PSS dan PSIM ikut menjaga keamanan Yogyakarta. Sebab menurutnya, suporter harus  bisa juga menjadi kebanggaan bersama dengan tim. 

    "Mari jaga Yogyakarta yang istimewa ini dengan bersatunya suporter sepak bola," ujarnya. 

    Kepala Biro Operasional Polda DIY, Komisaris Besar Hermansyah, menyatakan pertandingan sepak bola pasti diharapkan publik bisa aman dan gembira. Tak hanya pemain di lapangan yang saling menghormati, tetapi juga suporter di tribun. 

    "Kita juga akan melihat situasi. Bila ada laga usiran, sebelum pertandingan kita sebarkan intelijen menyerap informas di di lapangan. Harapannya pertandingan tetap berlangsung hingga selesai," katanya. 

    Soal pengamanan, ia memperkirakan dalam setiap laga akan mengerahkan sebanyak 700 personel. Jumlah itu bisa ditambah hingga 1.000 personel atau menyesuaikan dengan tingkat kerawanan. 



    (KAH)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id