• DOMPET KEMANUSIAAN LOMBOK : Tanggal 17 AGUSTUS 2018 terkumpul RP 12.592.985.909

Apologi Nil Maizar soal Hasil Minor PS Tira

Ahmad Mustaqim - 10 Agustus 2018 21:21 wib
Ilustrasi (medcom.id)
Ilustrasi (medcom.id)

Bantul: PS Tira tengah mengalami masa sulit usai menjalani tujuh pertandingan di kompetisi Liga 1 tanpa meraih kemenangan. Alhasil, mereka tercecer di peringkat kedua dari bawah di papan klasemen sementara Liga 1. 

Pelatih PS Tira, Nil Maizar merasa skuatnya bisa bangkit dari masa sulit ini. Menurut dia, para pemain harus mau berjuang lebih keras lagi. 

"Kalau tak ada keyakinan bisa lebih baik, kita pulang. Sampai saat ini kita harus berjuang. Tidak boleh mengeluh," kata Nil Maizar di Stadion Sultan Agung Bantul, Yogyakarta, Jumat 10 Agustus 2018. 

Hingga pekan ke 19, PS Tira berada di peringkat 17 klasemen sementara Liga 1 dari total 18 tim. Mereka hanya mampu mengoleksi 18 poin. PS Tira juga tercatat sebagai klub paling banyak kemasukan, yakni dengan kebobolan 44 gol dan hanya bisa mencetak 26 gol ke gawang lawan. 

Baca: Persipura Waspadai Kebangkitan PS Tira


Lawan PS Tira pada pekan ke 20 Liga 1 yakni Persipura Jayapura. Meski bakal menjadi laga berat, ia meminta semua pemainnya menyatukan tekad untuk bisa meraih kemenangan. 

"Tekad anak-anak untuk menang ini yang kami butuhkan. Hasil akhir tak ada yang tahu. Yang penting berjuang," ujarnya. 

Ia menilai, kesulitan PS Tira dalam meraih kemenangan hanya masalah keberuntungan. Menurut dia, PS Tira kerap kali tampil menguasai pertandingan dan bisa unggul satu hingga dua gol. Meskipun, pada akhirnya kerap ditikung lawan dan berakhir dengan kekalahan.

"Seperti lawan Borneo, tiga gol lawan tercipta dalam waktu cukup dekat. Kami bisa menguasai laga. Laga menguasai tapi kalah, tetap dianggap jelek. Main jelek tapi menang, bagus juga di mata orang. Kita tak perlu memikirkan orang lain," ucapnya. 

Ia menambahkan, masih ada 15 pertandingan sisa di Liga 1 yang harus dijalani timnya. Dengan para pemain yang masih muda, Nil Maizar menilai peluang untuk keluar dari zona merah masih sangat terbuka. 

"Adaptasi pemain baru kami juga sudah 90 persen. Kita harus memberontak untuk itu. Jika kita hanya diam di dasar klasemen, tenggelam gitu, mati suri namanya," ujarnya. 

Tak ingin ketinggalan update berita bola dan olahraga? Follow instagram kami @medcom_olahraga

Video: Ini Atlet Termuda dan Tertua Kontingen Indonesia untuk AG 2018


(ASM)


BACA JUGA
BERITA LAINNYA

Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.