Kalah di Kandang, Kans PSIM Lolos Delapan Besar Menipis

    Ahmad Mustaqim - 04 Oktober 2019 23:41 WIB
    Kalah di Kandang, Kans PSIM Lolos Delapan Besar Menipis
    Pelatih PSIM, Aji Santoso (tengah). (Foto: medcom.id/Ahmad Mustaqim)
    Yogyakarta: PSIM Yogyakarta menelan kekalahan 0-2 saat menghadapi Sulut United di Stadion Mandala Krida, Jumat 4 Oktober 2019. Dua gol Sulut dicetak Rudiyana (menit 58) dan Zulfikar Ali Mustaqim (menit 90+3).

    Kekalahan ini memperpanjang catatan minor PSIM. Dalam lima laga terakhir, PSIM mencatatkan empat kekalahan dan sekali menang. Posisi mereka terpaku di posisi keenam klasemen sementara wilayah timur Liga 2.

    Anak asuh Aji Santoso kini memperkecil peluang untuk lolos ke babak delapan besar demi ambisi promosi ke Liga 1. Namun, peluang itu masih ada dengan syarat bisa terus memenangkan tiga laga kandang terakhir.

    PSIM bermain cukup mendominasi dalam penguasaan bola. Sayang, peluang Cristian Gonzales tak mendapat banyak peluang.

    Setidaknya, PSIM bisa menciptakan 12 tembakan ke gawang. Dari 12 tembakan itu, lima di antaranya mengarah ke gawang.

    Sebaliknya, Sulit United lebih mengandalkan serangan balik. Bahkan, Rudiyana yang merupakan eks pemain PSIM menjadi protagonis.

    Pelatih Sulut United, Ricky Nelson mengatakan pihaknya sudah membaca kemungkinan pola permainan PSIM. Apalagi, setelah mencetak gol pertama dan Laskar Mataram, julukan PSIM, memasukkan Cristian Gonzales.

    Ricky kemudian meminta pemain mengawal Gonzales setidaknya tiga orang. Praktis, Gonzales tak bisa mendapatkan umpan bagus maupun peluang.

    "Sudah kami rancang dalam latihan. Pemain menjalankan tugasnya dalam menjalankan taktik dalam latihan," kata dia.

    Selain itu, Sulut juga bisa mematikan peran Ichsan Pratama sebagai pengatur serangan PSIM. Ricky telah memesan para pemainnya mematikan kaki kiri Ichsan.

    "Kami yakin bertahan di Liga 2 dan bisa mendapat poin lagi. Saya juga apresiasi wasit yang bersikap netral di lapangan. Ini yang kami harapkan," ujarnya.

    Pelatih PSIM, Aji Santoso mengaku tak bisa berkomentar banyak soal permainan timnya. Ia mengatakan sudah menginstruksikan anak asuhnya lebih menekan.

    "Memang kita mengendalikan permainan, namun ada faktor luck di sana," katanya.

    Apapun hasil pertandingan PSIM, Aji mengatakan siap bertanggung jawab. Bahkan, selepas pertandingan ratusan suporter memprotes di pintu keluar stadion. Menurut Aji, sikap itu sebagai kecintaan kepada tim.

    Video: Jadwal Lengkap Liga Inggris Akhir Pekan Ini



    (ASM)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id