• DONASI PALU/DONGGALA :
    Tanggal 14 NOV 2018 - RP 51.058.936.361

  • Salurkan Donasi Anda: (BCA - 309.500.6005) A/n Yayasan Media Group

  • Salurkan Donasi Anda: (Mandiri - 117.0000.99.77.00) A/n Yayasan Media Group

  • Salurkan Donasi Anda: (BRI - 0398.01.0000.53.303) A/n Yayasan Media Group

Piala AFF 2018

Profil Timnas Filipina: Menanti Magis Eriksson di Asia Tenggara

Patrick Pinaria - 09 November 2018 00:50 wib
Skuat timnas Filipina (Foto: Fox Sports)
Skuat timnas Filipina (Foto: Fox Sports)

Jakarta: Timnas Filipina tampaknya menatap Piala AFF 2018 dengan ambisi yang besar. Demi menaikkan derajat persepakbolaan dan prestasi di Asia Tenggara, mereka pun melakukan berbagai upaya tak main-main. Salah satunya adalah merekrut pelatih yang punya nama besar dan segudang pengalaman seperti Sven-Goran Eriksson.

Filipina bukanlah tim unggulan di Piala AFF. Mengingat, mereka tidak punya prestasi bagus-bagus amat di turnamen sepak bola negara paling bergengsi di Asia Tenggara tersebut.

Total, dari 10 kali keikutsertaan di Piala AFF sepanjang sejarah, Filipina hanya mampu mencapai semifinal sebanyak tiga kali. Sisanya, mereka selalu kandas di babak penyisihan grup.

Namun, kekuatan Filipina tetap saja tidak boleh dipandang remeh. Mereka terus menunjukkan perkembangan yang oke di Piala AFF sejak edisi 2010. Patut diingat, pencapaian semifinal tiga kali beruntun itu dicapai mereka pada AFF 2010, 2012, dan 2014. 

Hanya saja, Filipina tampil buruk pada Piala AFF 2016. Saat itu, mereka yang bermain sebagai tuan rumah harus gagal di babak penyisihan Grup A. Mereka harus puas finis di peringkat ketiga dengan hanya mengoleksi dua poin.

Melihat hasil minor pada Piala AFF terakhir, Asosiasi Sepak bola Filipina (PFF) langsung mengambil berbagai langkah untuk memperbaiki timnas mereka. Salah satunya adalah menggaet pelatih kawakan sekelas Eriksson pada 27 Oktober.

Eriksson ditunjuk menjadi pelatih tetap Filipina untuk menggantikan posisi Terry Butcher yang belum sempat mendampingi satu pertandingan pun.

Baca: Pelatih Singapura: Butuh 'Polisi' untuk Hentikan Febri 

Keputusan menggaet Eriksson seolah memberikan secercah harapan dan menjadi jawaban buat PFF dalam urusan memperbaiki prestasi Filipina di AFF. Pasalnya, ia berani berjanji untuk membawa Filipina dengan target minimal lolos ke final AFF 2018. Torehan yang belum pernah didapat Filipina sepanjang sejarah.

"Tekanan akan dirasakan dalam seluruh tim agar bisa berusaha lebih baik di Piala AFF dari sebelumnya. Itu artinya, kami setidaknya bisa mencapai babak final," ujar Eriksson.

Terlepas dari janji Eriksson, performa Filipina harus diwaspadai di Piala AFF 2018 nanti. Sebab, mereka sudah melakukan sejumlah persiapan uji coba menjelang turnamen sejak September.

Total, ada tujuh pertandingan mereka lakoni. Dari tujuh pertandingan tersebut, Filipina mampu mencatatkan hasil yang cukup oke. Mereka mampu meraih tiga kemenangan, dua kali imbang, dan dua kali kalah.

Pelatih
Sven-Goran Eriksson merupakan salah satu pelatih besar di dunia sepak bola. Pengalamannya sebagai pelatih pun sudah tidak perlu diragukan lagi.

Total, sudah 17 tim dilatih Eriksson sepanjang kariernya. Bahkan, beberapa tim yang ditangani pelatih berusia 70 tahun tersebut merupakan klub-klub terkenal. Di antaranya adalah AS Roma, Fiorentina, Benfica, Lazio, dan Manchester City.

Benfica dan Lazio menjadi tim paling banyak menikmati prestasi bersama Eriksson. Benfica terhitung mendapatkan lima gelar dari Eriksson. Sedangkan delapan gelar dipersembahkan pelatih asal Swedia tersebut untuk Lazio.

Baca: Indonesia Siapkan Strategi Khusus untuk Hadapi Singapura

Meski memiliki gudang pengalaman, Eriksson masih butuh pembuktian dalam hal melatih negara. Sepanjang karier, ia belum mampu memberikan gelar untuk negara-negara yang dilatih seperti Inggris, Meksiko, dan Pantai Gading. Khusus di Fipilina, ia juga harus beradaptasi dengan para pemainnya dan juga kultur sepak bola Asia Tenggara.

Pemain Bintang
Neil Etheridge
Nama Neil Etheridge akan menjadi perhatian tersendiri pada Piala AFF 2018. Bukan apa-apa. Kiper 28 tahun ini merupakan pemain andalan salah satu klub Liga Primer Inggris, Cardiff City.

Meski klub tersebut merupakan tim papan bawah, tetap saja menjadi kebanggaan tersendiri buat Neil dan juga kubu Filipina. Pasalnya, ia menjadi pemain Asia Tenggara pertama membela klub Liga Primer Inggris.

Penampilan Neil bersama Cardiff pun patut dipuji. Ia beberapa kali sukses membuat penyelamatan penting seperti saat menghadapi Bournemouth dan Newcastle United pada awal kompetisi Liga Primer Inggris 2018--2019.

Saat menghadapi Bournemouth, Neil sukses melakukan penyelamatan tendangan penalti yang dilepaskan Callum Wilson pada menit ke-34. Hanya saja, Cardiff tetap harus menelan kekalahan dengan skor 0-2.

Aksi gemilang itu pun berhasil diulang Neil saat menghadapi Newcastle. Kali ini, penyelamatannya sangat krusial. Ketika itu, ia sukses menepis tembakan penalti gelandang Newcastle Kenedy pada masa injury time. Aksinya itu pun berhasil membuat Cardiff bermain imbang dengan The Magpies.

Neil pun bukan kiper asing bagi timnas Filipina. Ia memang merupakan andalan bagi Azkals. Total, kiper berusia 28 tahun tersebut sudah membuat 61 penampilan bersama Filipina di seluruh ajang.

Profil Timnas Filipina di Piala AFF 2018:
Julukan: Azkals (Street Dogs)
Partisipasi: 10 kali
Prestasi terbaik: Semifinal (2010, 2012, 2014)
Pemain bintang: Neil Etheridge
Pelatih: Sven-Goran Eriksson


Skuat Filipina di Piala AFF 2018:

Kiper
1. Neil Etheridge
2. Michael Falkesgaard
3. Patrick Deyto

Bek
1. Stephan Palla
2. Daisuke Sato
3. Amani Aguinaldo
4. Álvaro Silva
5. Carli de Murga
6. Martin Steuble
7. Marco Casambre

Gelandang
1. Mike Ott
2. Luke Woodland
3. Manuel Ott
4. Kevin Ingreso
5. John-Patrick Straub
6. Stephan Schröck
7. James Younghusband
8. Paul Mulders
9. Iain Ramsay
10. Dennis Villanueva
11. Adam Reed

Penyerang
1. Jovin Bedic
2. Javier Patiño
3. Phil Younghusband
4. Patrick Reichelt
5. OJ Porteria
6. Curt Dizon
7. Misagh Bahadoran
8. Javier Gayoso


Video: Data dan Fakta Jelang Piala AFF

 


(ACF)


BACA JUGA
BERITA LAINNYA

Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.