• DOMPET KEMANUSIAAN LOMBOK : Tanggal 19 SEP 2018 terkumpul RP 19.955.605.901

Aktivis dan Anggota Band Punk Rock Pussy Riot Diduga Diracuni

Gregah Nurikhsani Estuning - 14 September 2018 23:28 wib
Veronika Nikulshina, kekasih Petr Verzilov. (Foto: AFP PHOTO /
Veronika Nikulshina, kekasih Petr Verzilov. (Foto: AFP PHOTO / Vasily MAXIMOV)

Jakarta: Salah satu anggota band punk rock Pussy Riot masuk rumah sakit dan dalam kondisi kritis. Petr Verzilov diklaim sengaja diracuni oleh oknum tak bertanggung jawab.

Pussy Riot melakukan protes dengan cara memasuki lapangan dengan seragam polisi pada final Piala Dunia 2018 Rusia bulan Juli silam. Hal itu dilakukan sebagai bentuk protes kepada pemerintah Rusia.

Verzilov dan tiga rekan satu band-nya memang dikenal vokal terhadap kebijakan sistem pemerintahan Rusia. Mereka tergabung dalam aktivis anti-Kremlin dan menerbitkan pula Mediazona, sebuah wadah daring yang berfokus pada pemberitaan pelanggaran hak asasi manusia di Rusia.

Kondisi Verzilov saat ini diketahui dalam situasi kritis. Lewat kicauan di akun Twitter resmi Pussy Riot, mereka mengklaim anggotanya itu diracun.

"Teman kita, saudara kita, Petr Verzilov dalam kondisi sangat berbahaya. Kami rasa dia diracun. Kami butuh kontak seorang ahli racun (toxicologist) secepatnya," tulis Pussy Riot.

Portal berita daring lainnya, Meduza mengutip keterangan Veronika Nikulshina, kekasih Verzilov menyoal kronologis tumbangnya Verzilov. Pada Selasa malam, Nikulshina menuturkan kekasihnya itu kehilangan penglihatan, tak bisa bicara, dan sulit berjalan.

Nikulshina menegaskan kepada Associated Press bahwa Verzilov tidak dalam masa pengobatan dan atau mengonsumsi narkotika. Oleh kerabatnya, Verzilov dibawa ke rumah sakit dalam kondisi memprihatinkan.

Video: Preview Tottenham vs Liverpool: Momentum Jegal Tren Positif Klopp
 



BACA JUGA
BERITA LAINNYA

Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.