Kemenpora Mengiakan Suporter Indonesia Dianiaya di Malaysia

    Kautsar Halim - 22 November 2019 12:53 WIB
    Kemenpora Mengiakan Suporter Indonesia Dianiaya di Malaysia
    Suporter Indonesia (Foto: Antara/Nova Wahyudi)
    Jakarta: Kemenpora mengonfirmasi terdapat seorang suporter Indonesia yang dianiaya saat hendak menyaksikan pertandingan Malaysia vs timnas Indonesia di Stadion Bukit Jalil, Kuala Lumpur. Suporter itu disebutkan bernama Fuad.

    Timnas Malaysia bertanding dengan Indonesia untuk memainkan laga kelima Grup G Kualifikasi Piala Dunia 2022 Zona Asia. Pertandingannya bergulir pada Selasa 19 November dan kembali dimenangkan Malaysia dengan skor, 2-0.

    Tidak lama setelah pertandingan atau hingga Kamis 21 November sore WIB masih banyak tersebar konten terkait penganiayaan suporter Indonesia di Malaysia. Atas dasar itu, Kemenpora berinisiatif mengontak KBRI di Kuala Lumpur karena tidak mendapat informasi jelas dari PSSI.

    Pihak KBRI di Kuala Lumpur yang dihubungi Kemenpora adalah Kepala Fungsi Konsuler Yusron B. Ambary dan Agung Sumirat selaku Koordinasi Fungsi Penerangan Sosial Budaya. Dari situ, Kemenpora mendapat kepastian tentang pengeroyokan suporter Indonesia.

    "Dalam penjelasannya, Yusron mengatakan bahwa sehari sebelum pertandingan ada salah satu korban pengeroyokan yang bernama Sdr. Fuad menyambangi KBRI. Dari laporan yang diterima Yusron, korban mengaku bahwa paspornya diambil paksa oleh oknum suporter Malaysia," tulis rilis Kemenpora yang diterima Medcom.id, Kamis (21/11/2019).

    Dijelaskan lebih lanjut dalam rilis itu, KBRI sudah menjalankan fungsi pelayanan dengan menerbitkan SPLP (Surat Perjalanan Laksana Paspor) yang berfungsi sebagai surat keterangan kepada pihak imigrasi di Kuala Lumpur. Tapi setelah itu, KBRI berasumsi bahwa Fuad sudah langsung kembali ke Indonesia.

    Kendati demikian, Yusron membantah isu yang menyebutkan bahwa terdapat satu suporter Indonesia yang mengalami tusukan hingga meninggal dunia. Dia memang tidak menampik telah terjadi penusukan, tetap tindakan anarkis itu berhasil dicegah korban hingga tangannya sobek.

    Selain dari pada itu, KBRI di Kuala Lumpur juga menjelaskan, bahwa tidak benar adanya tiga Warga Negara Indonesia yang ditahan usai pertandingan. Yang benar adalah, mereka ditahan karena dugaan telah menyebarkan hoaks terkait dugaan isu terorisme.  

    "Sejauh ini memang di Malaysia masih berlaku ISA (Internal Security Act), dimana berdasarkan UU tersebut masih dimungkinkan adanya penahanan terhadap anggota masyarakat yang diduga melakukan kegiatan yang bertentangan dengan keamanan Malaysia," tulis rilis Kemenpora.


    Video: Mourinho Minta Harry Kane Tak Dijual

     



    (PAT)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id