Suporter Indonesia Ceritakan Kronologi Pengeroyokan Suporter Malaysia ke Menpora

    Patrick Pinaria - 25 November 2019 15:29 WIB
    Suporter Indonesia Ceritakan Kronologi Pengeroyokan Suporter Malaysia ke Menpora
    Suporter Malaysia (Foto: Antara/M Risyal Hidayat)
    Jakarta: Suporter Indonesia bernama Fuad telah mengungkapkan kronologi pengeroyokan suporter Malaysia kepada Menteri Pemuda dan Olahraga RI Zainudin Amali secara langsung via telepon pada Minggu 24 November. Dimulai dari rencana pengeroyokan terhadap Fuad hingga paspornya diambil paksa oleh suporter Malaysia.

    Peristiwa pengeroyokan tersebut terjadi di sekitar daerah Bukit Bintang pada Selasa 19 November pukul 02.00 waktu setempat. Beberapa jam sebelum pertandingan Malaysia kontra Indonesia pada pertandingan kelima Grup G Kualifikasi Piala Dunia 2022.

    Menurut Fuad, suporter Malaysia saat itu menggelar aksi sweeping guna mencari suporter Indonesia di sekitar daerah tersebut. Salah satu caranya, mereka akan menanyakan identitas dan juga meminta setiap orang yang diperiksa untuk berbicara dengan bahasa Melayu.

    "Di hotel sekitar daerah Bukit Bintang pak. Jadi, mereka memang sedang mencari suporter Indonesia. Saat mereka menghampiri saya, mereka langsung bertanya 'kau orang Indonesia atau Malaysia?' Saya diminta berbicara bahasa Melayu. Lalu, mereka merogoh kantong saya untuk mencari identitas saya," ujar Fuad saat ditanya Zainudin terkait tempat dan waktu kejadian pengeroyokan

    Lebih lanjut, Fuad juga menjelaskan, ia tidak sendirian saat dikeroyok suporter Malaysia. Saat itu, terdapat temannya bernama Yovan yang juga menjadi korban pengeroyokan.

    Selain dikeroyok, barang milik keduanya diambil paksa oleh suporter Malaysia. Beberapa di antaranya adalah dompet, uang, dan paspor.

    "Setelah mereka puas mengeroyok saya dengan kata-kata provokasi yang intinya mendiskriminasi Indonesia, akhirnya saya melarikan diri bersama Yovan dan merelakan tas saya berisi paspor, dompet, dan hp. Lalu, kami mencari hotel kawan saya yang dekat daerah kejadian," lanjut Fuad kepada Zainudin.

    Fuad juga menambahkan dirinya dan Yovan harus mengalami luka cukup parah gara-gara aksi pengeroyokan tersebut. Selain itu, mereka juga harus membatalkan untuk menyaksikan tim kesayangannya bertanding melawan Malaysia di stadion langsung. Sebab, ia harus mengurus paspornya yang hilang bersama pihak Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Malaysia guna terbang ke Indonesia pada Rabu 20 November.

    "Saya tidak langsung pulang, pak. Saat itu, saya diminta membuat nama saya menjadi special pass di imigrasi Kuala Lumpur. Prosesnya sampai sore. Setelah itu, saya langsung beranjak ke bandara dengan pesawat keberangkatan malam hari waktu setempat, sekitar jam sembilan malam," tutur Fuad.

    Pada kesempatan itu, Zainudin langsung melontarkan empatinya terhadap Fuad. Ia pun berjanji pihaknya segera mengusut tuntas kasus tersebut.

    "Kami akan memproses kasus ini. Saya juga sudah berkirim surat kepada Malaysia untuk mengusut kasus ini sampai tuntas. Semua informasi tolong disampaikan kepada Sesmenpora, Pak Gatot," respons Zainudin.

    "Kalau ada teman-teman lain yang memberi informasi, selain Fuad dan Yovan, tolong diinformasikan kepada Pak Gatot dan kami mengurus kasus ini supaya tidak terulang lagi. Supaya mereka tidak merendahkan kami seperti ini lagi," tutupnya.

    Selain Fuad dan Yovan, masih ada tiga suporter lainnya yang menjadi korban pengeroyokan suporter Malaysia di waktu yang terpisah. Menurut informasi dari Sekretaris Menpora (Sesmenpora) Gatot S Dewa Broto, ketiganya sudah menjalani pemeriksaan di Kantor Kepolisian Diraja Malaysia. Dua di antaranya bahkan sudah dijadwalkan pulang ke Indonesia pada hari ini.


    Video: Meski Kalah 2-1, Lampard Tak Terlalu Kecewa






    (ASM)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id