Kualifikasi Piala Dunia 2022 Zona Asia

    Fuad Yakin Kasus Pengeroyokan di Malaysia Dilakukan Suporter

    Patrick Pinaria - 25 November 2019 17:37 WIB
    Fuad Yakin Kasus Pengeroyokan di Malaysia Dilakukan Suporter
    Suporter Malaysia (Foto: Antara/M Risyal Hidayat)
    Jakarta: Pihak Kepolisian Diraja Malaysia melontarkan pernyataan kontroversial terkait kasus pengeroyokan suporter Malaysia terhadap suporter Indonesia. Mereka menyebut kasus pengeroyokan tersebut masuk dalam kasus perampokan dan tidak berkaitan dengan sepak bola.

    Pernyataan pihak PRDM itu langsung dibantah oleh salah satu suporter Indonesia yang menjadi korban pengeroyokan, yakni bernama Fuad. Ia meyakini kasus pengeroyokan tersebut berkaitan dengan sepak bola dan dilakukan oleh suporter.

    "Kenapa saya meyakini itu adalah suporter? Baik saya dan Yovan sebagai korban dan juga pelaku pengeroyokan, memang tidak ada sama sekali yang menggunakan atribut masing-masing negara. Tetapi, apa iya, kalau memang ini merupakan bentuk perampokan, mereka harus menanyakan terlebih dulu apakah saya orang Indonesia atau Malaysia?" tegas Fuad.

    "Kalau kita berlogika, mereka konteksnya ingin merampok, ya merampok saja. Kenapa harus bertanya terlebih dulu asal negaranya," lanjutnya.

    "Ia malah meminta saya untuk berbicara bahasa Melayu. Harusnya kalau memang seperti yang dikatakan polisi di Raja Malaysia, ia merampok dan cukup tas saya diambil. Mengambil tas saya kan tujuan kedua mereka. Pertama, mereka menghajar saya terlebih dulu, kemudian mengambil tas saya," tutur Fuad.

    Peristiwa pengeroyokan tersebut terjadi di sekitar daerah Bukit Bintang pada Selasa 19 November pukul 02.00 waktu setempat. Beberapa jam sebelum pertandingan Malaysia kontra Indonesia pada pertandingan kelima Grup G Kualifikasi Piala Dunia 2022.

    Menurut Fuad, suporter Malaysia saat itu menggelar aksi sweeping guna mencari suporter Indonesia di sekitar daerah tersebut. Berbagai cara dilakukan suporter Malaysia untuk mendapatkan suporter Indonesia dengan. Salah satunya adalah mereka menanyakan identitas dan juga meminta setiap orang yang diperiksa untuk berbicara dengan bahasa Melayu.


    Video: Menpora Malaysia Akhirnya Minta Maaf Soal Pengeroyokan WNI

     



    (ASM)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id