Suporter Berulah

    PSSI Diminta Menindaklanjuti Surat Larangan untuk Suporter PSS Sleman

    Mustholih - 27 Juli 2017 20:25 WIB
    PSSI Diminta Menindaklanjuti Surat Larangan untuk Suporter PSS Sleman
    Ilustrasi (Istimewa)



    medcom.id, Semarang: Komisi Disipilin (Komdis) Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) diharap segera menggodok surat permohonan larangan suporter PSS Sleman, Yogyakarta, masuk wilayah Jawa Tengah. Komdis PSSI diklaim belum mengambil keputusan menerima atau menolak atas surat permohonan tersebut.

    "Ini menjadi atensi PSSI. Hari ini dibahas di sidang Komdis. Surat kemarin sudah diterima. Belum ada (keputusan), biasanya sehari ada 30 sekian perkara. Biasanya (sidang) sampai malam," kata Ketua Asprov PSSI Jateng Johar Lin Eng, usai mengikuti rapat koordinasi dengan Kepolisian Daerah Jawa Tengah terkait pengamanan Liga Gojek dan Traveloka 2017 di Semarang, Jawa Tengah, Kamis 27 Juli 2017.

     



    Kepolisian Daerah Jawa Tengah menjadi pihak yang mengajukan permohonan larangan suporter PSS Sleman masuk Jateng. Permohonan dikeluarkan setelah pecah peristiwa pengeroyokan terhadap pedagang cabai di jalan Temanggung-Magelang, Desa Bengkal, Kranggan, Kabupaten Temanggung, pada 23 Juli lalu. Korban Nanda meninggal dunia dalam perjalanan ke rumah sakit akibat mengalami luka tusukan dari suporter PSS Sleman.

    Baca juga: Buntut Tewasnya Pedagang Cabai, Suporter PSS Sleman Dilarang Masuk Jateng

    Menurut Johar, sebenarnya Polda Jateng sudah dua kali mengirimkan surat permohonan. Dalam permohonan itu, PSS Sleman dipersilakan bermain di Jateng, tapi tanpa suporter. "Ini surat kedua. Surat pertama itu imbauan. Nah, yang kedua ini penegasan dari Kapolda," ujar Johar menyatakan.

    Johar mengakui, pengurus pusat PSSI sering tidak mengetahui dengan jelas peristiwa-peristiwa kerusuhan yang melibatkan suporter klub sepak bola. PSSI berkilah jarang menerima laporan rari aparat keamanan di daerah. 

    "Selama ini pihak keamanan belum memberi laporan resmi ke PSSI di daerah secara jelas. Nah, dengan rapat koordinasi, surat ini bisa ditindaklanjuti kira-kira harus melakukan apa," ungkap Johar.

    Yang jelas, kata Johar, setiap klub sepak bola harus membina suporternya agar tidak bertindak di luar aturan. "Pembinaan menjadi beban klub. Klub wajib membina suporter dengan baik," tegas Johar.

    Video: Ridwan Kamil Jenguk Korban Kericuhan Bobotoh
     

    (RIZ)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id