Industri Pertahanan Didorong Mandiri Produksi Alutsista

    Raiza Andini - 09 Februari 2018 19:32 WIB
    Industri Pertahanan Didorong Mandiri Produksi Alutsista
    Menteri Pertahanan Republik Indonesia Ryamizard Ryacudu, Medcom.id - Raiza
    Nusa Dua: Menteri Pertahanan Republik Indonesia Ryamizard Ryacudu meminta Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di industri pertahanan membuat produk komponen alutista mampu bersaing dengan produk luar negeri. Ryamizard juga meminta pengelola industri itu tak takut diembargo negara lain bila Indonesia menghentikan impor alutsista.

    “Ini kan masalah industri pertahanan, saya berharap ada dua hal yang harus didapat dari acara ini. Yang pertama kali adalah bagaimana kita mandiri dalam pengadaan alutista, ya dan kita tidak takut embargo tidak takut apa semua kita buat sendiri,” terang Ryamizard di Hotel Inaya, Nusa Dua, Bali, Jumat 9 Februari 2018.

    Saat ini, Indonesia telah berhasil membuat kapal selam dan juga panser pesawat. Menurutnya, hal tersebut merupakan sebuah perubahan yang cukup baik bagi perkembangan industri pertahanan. Ryamizard berharap, Indonesia juga memiliki kapal tempur buatan sendiri tanpa harus membeli dari luar negeri. 

    Menurutnya, industri pertahanan menunjang pertumbuhan ekonomi negara. Di negara-negara besar industri pertahananlah yang menjadi pelopor pertumbuhan ekonomi sosial. Indonesia, kata Ryamizard, harus dapat meningkatkan industri pertahanan untuk dapat menstabilkan perekonomian.

    “Bayangkan dia (negara asing) jual mahal, Sukoi aja harganya hampir dua triliun rupiah. Kalau yang beli seratus udah berapa ratus triliun itu? Jadi industri pertahanan untuk kita pakai sendri untuk dijual dengan demikian otomtis pertumbuhan ekonomi nasional bisa berjalan dengan baik,” tambahnya.

    Ryamizard menjelaskan industri pertahanan Indonesia mampu bersaing dengan negara asing jika memiliki kemauan yang kuat. Soal dana, pihaknya yakin pemerintah akan mendukung sepenuhnya untuk mengembangkan industri pertahanan.

    “Mampu dong, sekarang gak ada masalah dana. Sekarang bagaimana kemauan kita bersaing, jadi jangan dikit-dikit merasa rendah diri tidak maubersaing, kita harus busa bersaing itu udah ada, beberapa tahun kemudian kita akan menjadi negara hang besar ekonominya,” tutupnya.



    (RRN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    HOT ISSUE

    MORE
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id