Jokowi Resmikan Patung GWK di Bali

    Antara - 22 September 2018 21:19 WIB
    Jokowi Resmikan Patung GWK di Bali
    Sejumlah pekerja berada di atas kendaraan truk yang mengangkut modul terakhir dari Patung Garuda Wisnu Kencana (GWK) sebelum dipasang di Ungasan, Badung, Bali, Selasa (31/7/2018). Antara: Fikri Yusuf.
    Bali: Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana meresmikan patung Garuda Wisnu Kencana (GWK) di Desa Ungasan, Kuta Selatan, Bali, hari ini. Patung GWK menjadi patung tertinggi ketiga di dunia. 

    Seperti dilansir Antara, Jokowi dan rombongan berangkat dari Bandar Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta menggunakan pesawat Kepresidenan. Jokowi mendarat di Denpasar pukul 16.40 WITA.

    Presiden dan Ibu Negara didampingi Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono, Sekretaris Militer Presiden Marsda Trisno Hendradi, Komandan Paspampres Mayjen TNI (Mar) Suhartono, dan Staf Khusus Presiden Ari Dwipayana. 

    Saat tiba di bandara, Presiden disambut Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Gubernur Bali I Wayan Koster, Pangdam IX Udayana Mayjen TNI Benny Susianto, Kapolda Bali Irjen Petrus Reinhard Golose, dan Ketua DPRD Bali I Nyoman Ardi Wiryatama.

    Tepat pukul 19.00 WITA, Patung GWK diresmikan Jokowi. Patung setinggi 121 meter atau 271 meter dari permukaan laut (dpl) itu dibangun di atas lahan seluas 60 hektare. Pembuatan patung ini memakan waktu 28 tahun oleh seniman sekaligus desainer Nyoman Nuarta.

    Proses pembuatan patung tembaga itu menggunakan teknik cor las untuk 754 modul. Satu modulnya berukuran 4x3 meter dengan berat sekitar satu ton. Pembuatan patung tersebut pernah melibatkan 1.000 pekerja yang terbagi menjadi dua, yakni 400 pekerja di Bandung dan 600 pekerja di Bali. 

    Garuda Wisnu Kencana merupakan wujud dari Dewa Wisnu sedang mengendarai seekor Garuda. Dalam agama Hindu, Dewa Wisnu merupakan Dewa Pemelihara (Sthiti).

    Pembangunan Garuda Wisnu Kencana bermula dari gagasan seniman Nyoman Nuarta bersama Menteri Pariwisata, Pos, dan Telekomunikasi Joop Ave, dan Gubernur Bali Ida Bagus Oka, serta Menteri Pertambangan dan Energi Ida Bagus Sudjana, sekitar 1989. 

    Pada awal 1990, rencana itu dipresentasikan ke Presiden Soeharto, dan disetujui. Peletakan batu pertama pembangunan Cultural Park GWK di Bukit Ungasan Jimbaran ini dilakukan pada 1997. Pembuatan keping-keping GWK melibatkan sekitar 120 seniman. 

    Lokasi tempat dibangunnya Cultural Park GWK adalah bekas lahan penambangan kapur liar, namun sudah tidak produktif lagi. Lahan ini pun ditinggalkan dalam keadaan yang kurang baik. 

    Patung GWK adalah patung tertinggi ketiga di dunia setelah The Spring Temple Buddha di China dan The Laykyun Sekkya Buddha di Myanmar.

    (AGA)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    HOT ISSUE

    MORE
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id