Menteri Rini Apresiasi Sinergitas NDHI

    Raiza Andini - 09 Februari 2018 13:01 WIB
    Menteri Rini Apresiasi Sinergitas NDHI
    Menteri BUMN Rini Soemarno. (FOTO: ANTARA)
    Nusa Dua: Menteri BUMN Rini Soemarno mengapresiasi sinergitas enam anggota cluster industri pertahanan dan teknologi tinggi (National Defence and Hightech Industries). Menteri Rini meminta agar NDHI mampu membuat produk pertahanan bagi kepentingan bangsa dan bukan cuma dimanfaatkan untuk komersial. 

    "Sehingga kita menjadi makin mandiri dalam produk-produk pertahanan dan pada saat yang sama kita juga memprogram produk ini untuk kepentingan yang lain. Juga kita bisa menjadi bagian dari global change management, dalam arti kita juga bisa mengekspor produk-produk kita entah itu dalam produk pertahanan maupun bukan," jelas Rini dalam rapat konsolidasi industri strategis di Nusa Dua, Bali, Jumat, 9 Februari 2018.

    Rini menyebut cluster industri pertahanan sempat mengalami defisit lantaran banyak perusahaan yang memiliki usaha yang sama. Sehingga Rini harus memutar otak untuk bisa meningkatkan produk pertahanan tersebut. Menurut dia, harus ada sinergitas antarperusahaan BUMN. Maka perekonomian Indonesia di bidang pertahanan bisa makin membaik. 

    "Contoh umpamanya LEN sama INTI, itu bikin hal yang sama, padahal buat apa? Kalau kita teknologinya dipegang satu, ya kita saling share. Yang satu mungkin mengembangkan teknologi yang lain. Sehingga kita menjadi semakin baik. Ini kita sinergi, jadi nanti kalau kita sudah virtual itu memang harapan saya jadi semua sudah lancar secepatnya kita bentuk goulding, jadi itu tadi sinergi antara kita bisa mendapatkan teknologi mengembangkan teknologi," tandasnya.

    Dalam rapat konsolidasi itu dihadiri oleh Menteri BUMN Rini Soemarno, Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu, dan Panglima TNI Hadi Tjahjanto. Mereka bakal memberikan pengarahan terhadap seluruh direktur utama tergabung dalam NDHI. 

    Enam anggota cluster NDHI meliputi PT Dahana (Persero), PT Pindad (Persero), PT Dirgantara Indonesia (Persero), PT Industri Telekomunikasi Indonesia (Persero), PT LEN Industri (Persero) dan PT Nuklir Indonesia (Persero).

    Deputi Pertambangan Industri Strategis dan Media (PISM) Kementerian BUMN Fajar Harry Sampoerno mengatakan konsolidasi industri strategis perlu dilakukan untuk meningkatkan efisiensi, efektivitas, investasi, serta leverage perusahaan sehingga berdaya saing global.

    "Dengan adanya konsolidasi ini, diharapkan akan membuat BUMN semakin efisien dalam hal operasional dan biaya produksi, sehingga keuntungan yang didapatkan akan semakin besar," tambahnya.



    (LDS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    HOT ISSUE

    MORE
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id