Koperasi, Wadah Paling Ideal Perjuangkan Nasib Penulis

Diskusi daring tentang koperasi untuk penulis. Foto: Tangkapan layar Zoom


Jakarta: Koperasi disebut sebagai wadah paling ideal untuk memperjuangkan nasib penulis. Koperasi dapat menjadi solusi bagi para penulis yang selama ini mengalami ketidakadilan dalam mendapatkan haknya dari proses kreatif menulis

"Apakah dalam proses kontrak penerbitan buku, pembayaran royalti, dan pajak pendapatan. Jadi, koperasi harus menjadi pilihan utama untuk mewadahi semua proses kreatif dan hasil ikutannya. Semua ini demi keadilan dan kesejahteraan para penulis," kata Pendiri Koperasi Penulis Bangsa Indonesia (KPBI), Kanti W Janis, melalui keterangan tertulis, Minggu, 26 September 2021.

Pembahasan mengenai koperasi bagi penulis ini mengemuka dalam Sarasehan Daring (Sadaring) ke-4 Satupena yang digelar lewat aplikasi Zoom. Sadaring yang dipandu jurnalis senior Farid Gaban ini menghadirkan sejumlah narasumber, yakni penulis dan advokat Kanti W Janis; penulis dan pekerja seni, Cecil Mariani; dan pakar koperasi, Suroto. Sebelum dibuka, cerpenis Kurnia Effendi membacakan puisi tentang Taman Siswa.

Kanti yang sejak 2016 sudah bergelut dengan koperasi mengatakan dirinya bersama dengan beberapa teman sevisi mendirikan KPBI. KPBI membawahi perusahaan bernama Indonesian Writers Inc (IWI).

Bidang usaha IWI antara lain agen naskah dan membantu penulis untuk mendapatkan haknya secara adil melalui kontrak yang jelas. "Selama ini penulis tidak maju tanpa menajemen profesional. Nah, IWI ingin mewujudkan itu," ujar Kanti.



Selama ini, lanjut Kanti, rintangan utama para penulis antara lain penghargaan terhadap karya intelektual yang belum menjadi kewajaran dalam masyarakat. Begitu juga pembajakan buku yang masih merajalela dan sangat merugikan penulis. 

"Posisi penulis terhadap penerbit juga sangat lemah," katanya.

Baca: Kontribusi Koperasi Diproyeksi Capai 5,5% di 2024

Keberadaan KPBI, kata dia, diharapkan bukan sekadar mencari keuntungan, tetapi  mencari manfaat bersama. "Dengan demikian, koperasi ini hibrida antara perusahaan dan badan usaha," ujarnya.

 
Cecil Mariani setuju koperasi menjadi solusi yang sangat strategis, terutama di masa krisis seperti saat pandemi covid-19 ini. Koperasi juga bisa jadi solusi jangka panjang bagi ketahanan ekonomi bangsa. 

"Koperasi dapat menjadi solusi jangka panjang yang efektif mengingat praktiknya menjadi jarring pengaman ekonomi sosial masyarakat," kata Cecil.

Pakar koperasi Suroto menegaskan bahwa isu koperasi menjadi sangat strategis di tengah arus kapitalisme yang sulit dibendung. Namun, menurutnya, koperasi bukan hanya solusi saat krisis. 

"Koperasi bisa menjadi solusi jangka panjang bahkan permanen bagi perekonomian penulis," kata dia.

Lebih lanjut Suroto mengataan, jika semua bidang saat ini dibawa ke arah perseroan terbatas yang kapitalistik, mengapa semua itu tidak di balik dan dikoperasikan. "Itu bisa kita lakukan. Koperasi bisa menjadi solusi modular bagi ekonomi Indonesia, tidak ada alasan lain," katanya.

Editor : Wandi Yusuf

Advertising