Antisipasi Penyebaran Covid-19 di Dalam Rumah

Ilustrasi-Pexels


Jakarta: Pembatasan sosial berskala besar (PSBB) telah diterapkan di sejumlah wilayah di Indonesia sebagai salah satu cara menekan angka penularan covid-19 (new coronavirus).  Sementara penyebaran covid-19 bisa terjadi pada siapapun tanpa menunjukkan adanya gejala penyakit.

Apalagi, masih terbatasnya pasokan alat uji dan ketidakmampuan banyak negara untuk melakukan pengujian nasional dalam waktu singkat, karena kurangnya alat pelindung diri (APD). Permasalahan ini terjadi di berbagai negara terdampak covid-19 di dunia.

Meskipun telah dilakukannya pengujian dengan tracing contact, sekelompok orang pembawa covid-19 yang selama ini tidak menunjukkan gejala penyakit berisiko menularkan kepada orang lain yang daya tahan tubuhnya lemah. Mereka inilah yang bertanggung jawab atas serangkaian lonjakan kasus baru penularan virus penyakit di negara-negara, seperti Singapura, Korea, juga Indonesia.

Bahkan, teknologi pelacakan mobile yang paling akurat hanya dapat memberi informasi mengenai keberadaan orang yang menunjukkan gejala penyakit. Tidak dapat mengidentifikasi kelompok orang yang tanpa gejala.



"Hal yang wajar bagi setiap tim tanggap covid-19 untuk segera melaksanakan sistem tata kelola kesehatan masyarakat dengan beranggapan bahwa penularan covid-19 sudah menyebar di dalam masyarakat. Selain itu, sebagian besar tim tanggap covid-19 mungkin juga telah melewatkan titik lemah lain berupa penularan dalam rumah tangga," ujar Dr. Wei Siang Yu, pendiri dan komisaris Borderless Healthcare Group dalam video conference.

Dr. Wei pun menilai bahwa kebijakan isolasi pemerintah yang ketat sering menimbulkan ketakutan dan kecemasan di antara golongan masyarakat tertentu. Sehingga, masyarakat menjadi enggan untuk menyatakan bahwa diri mereka menunjukkan gejala tertular, karena takut diisolasikan dari keluarga mereka atau kehilangan pekerjaan mereka.

Sementara itu, kata Dr. Yu, risiko tertularnya penyakit dalam rumah tangga sangat tinggi. Hal ini pum berpotensi menyebabkan munculnya wabah penyakit baru dalam masyarakat yang tidak dapat diprediksi. Meskipun upaya pemutusan rantai penularan telah diterapkan oleh pemerintah.

"Obat terbaik saat ini adalah penerapan langsung sistem tata kelola kesehatan masyarakat dengan opsi untuk memperluas jangkauan penerapannya di dalam rumah guna mencapai tingkat pertahanan jangka panjang yang berkelanjutan," tuturnya.

Dr. Yu memaparkan bahwa salah satu cara yang bisa dilakukan masyarakat untuk tanggap covid-19 selama di rumah saja, ialah mengakses tele-health. Borderless Healthcare Group pun meluncurkan jaringan dokter di berbagai negara dalam platform klinik yang berperan sebagai Borderless Covid-19 Fighters untuk mengaktifkan layanan tele-health yang tidak terkait dengan gadget tertentu.

"Bukan hanya sekedar konsultasi dengan pilihan ratusan dokter di dunia, tetapi ada konten dalam bentuk video. Contohnya, nutrisionis dari cina menjelaskan cara penyajian makanan untuk persiapan kehamilan di tengah pademi covid-19. Bukan satu arah tapi bisa scan bahan tertentu dan konsultasi dengan nutrisionis tersebut," jelasnya.

Editor : A. Firdaus

Advertising