Remaja Rawan Kesepian saat Pandemi

Psikolog dan dan kandidat doktoral psikologi klinis University of New South Wales (UNSW) Sydney Ratih Arruum Listiyandini.


Sydney: Psikolog dan dan kandidat doktoral psikologi klinis University of New South Wales (UNSW) Sydney Ratih Arruum Listiyandini menyebut pandemi memengaruhi kondisi mental remaja. Lebih dari 20 persen remaja mengalami mengalami peningkatan gejala depresi, kecemasan, dan kesepian.

Hal ini dibuktikan melalui penelitiannya yang dilakukan pada Mei 2020. Ia menyebarkan kuesioner kepada 306 mahasiswa di Jabodetabek dan Bandung. Survei tersebut memantau tingkat tekanan psikologis, tingkat kebersyukuran, dan tingkat kesepian selama pandemi.

Kesepian ini disebabkan karena kebutuhan sosial yang tidak terpenuhi akibat pembatasan kegiatan. Padahal, remaja berusia 18-25 tahun berada pada masa perkembangan dewasa muda yang tugas utamanya adalah membentuk kedekatan.



"Kebutuhan sosial anak-anak muda ini lebih besar. Sehingga pembatasan sosial yang terjadi, dimana tadinya mereka bisa nongkrong di cafe, sekarang mereka tidak bisa melakukan itu," ujar Ratih dalam program Selamat Pagi Indonesia di Metro TV, Kamis, 22 Juli 2021.

Seseorang yang merasa kesepian seringkali mengalami perubahan perilaku. Misalnya, lebih sering menarik diri dari lingkungan sosial dan lebih temperamental atau sensitif.

Permasalahan mental ini bisa mempengaruhi kesehatan fisik jika semakin dibiarkan. Ketika seseorang mengalami gejala masalah psikologis, hormon kortisol akan dikeluarkan tubuh yang kemudian berdampak pada fungsi metabolisme.

Oleh karena itu, perlu adanya pencegahan sebelum kesepian ini terjadi. Dalam studi yang sama, dijelaskan bahwa tingkat stress cenderung rendah ketika memiliki rasa syukur tinggi.

"Seseorang bisa menghargai dan mengapresiasi hal sederhana. Contoh, bahwa dirinya masih sehat, masih bernafas, masih bisa bangun. Selain itu, perlu memberikan apresiasi dalam bentuk tindakan, contohnya ucapan, atau membantu orang lain di sekitar kita," papar Ratih. (Mentari Puspadhini)


Editor : Surya Perkasa

Advertising