Selamat! Martono Terpilih Jadi Rektor Unnes Periode 2022-2026

Rektor Unnes periode 2022-2026, Prof Dr S Martono MSi. Foto: Dok. Unnes


Jakarta:  Prof Dr S Martono MSi Terpilih menjadi Rektor Universitas Negeri Semarang (Unnes) periode 2022-2026.  Hal tersebut berdasarkan hasil keputusan sidang senat tertutup Unnes yang dipimpin oleh Ketua Senat, Sucipto diampingi oleh Sekretaris Senat, Arif Pumomo.

Berdasarkan hasil pemungutan suara dalam pemilihan rektor kali ini, Martono memperoleh 87 suara, Amir memperoleh enam suara dan Mahalul Azam 5 suara.  Martono adalah guru besar dalam bidang ilmu manajemen.

Dilansir dari laman Unnes, Martono lahir di Rembang, 8 Maret 1966. Martono memperoleh gelar Sarjana di IKIP Semarang pada program studi pendidikan dunia usaha, bidang administrasi perkantoran.

Ia meraih gelar magister di Universitas Airlangga (Unair) pada program studi ilmu manajemen dan pada tahun 2012 meraih gelar Doktor di Universitas Diponegoro bidang ekonomi.  Guru besar pada Fakultas Ekonomi Unnes  tersebut banyak menorehankan tinta emas dalam perjalanan kariernya. Berbagai tugas tambahan pernah diamanahkan kepada Martono mulai dari menjadi Pendamping Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Ekonomi) di awal kariernya hingga saat ini.

Ia dipercaya sebagai Wakil Rektor bidang umum dan keuangan Unnes sejak 2015.  Tak hanya bersinar di kampus, Martono sempat menjadi Ketua Umum Asosiasi Sarjana dan Praktisi Administrasi Perkantoran Indonesia Jawa Tengah 2011-2020, Ketua Umum Asosiasi Pendidikan Ekonomi Lembaga Pendidikan Tinggi Kependidikan Se Indonesia 2011-2015, Ketua Forum Wakil Rektor Bidang II PTN BLU 2017-2020.

Di bawah kepemimpinannya yang tegas dan disiplin, berhasil membawa reputasi Unnes gemilang. Unnes berhasil masuk peringkat 4 terbaik pelaporan bidang keuangan oleh Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) 2016, selain itu Unnes juga meraih peringkat pertama kategori satuan kerja terbaik 2018 dan yang paling terbaru Unnes meraih peringkat terbaik pertama nilai kinerja anggaran tahun anggaran 2020 dari Kemendikbudristek.



Selain itu, Unnes juga mendapat award kinerja anggaran Terbaik 3 Kategori PTN dari Kemendikbudristek dengan predikat sangat baik pada tahun 2021. Di bawah kepemimpinan manajemennya, Unnes meraih 4 kali WTP berturut-turut.

Martono memiliki pengalaman menulis buku yang berfokus pada kajian manajemen dalam perspektif kepemimpinan adaptif. Buah pemikirannya telah ia sarikan dalam 6 buah buku yang ditulis dalam lima tahun terakhir, yang paling terbaru adalah buku bertajuk Manajemen Era Disrupsi, Perubahan Organisasional dan Kepemimpinan.

Dalam paparan visi misi dan program kerja, Martono mengusung visi Membangun Unnes untuk Masa Depan Indonesia dan Dunia.  Dalam paparan strategi dan program kerja, Martono menguraikan sejumlah strategi dan program di antaranya bidang akademik dan kemahasiswaan, bidang perencanaan keuangan dan bisnis, bidang umum hukum dan SDM, dan bidang riset inovasi teknologi dan hubungan internasional.

Pada bidang akademik dan kemahasiswaan strategi dan program kerja unggulan. Di antaranya relevansi kurikulum berorientasi demand-driven education, penguatan kapasitas dan keunggulan kompetitif program studi, peningkatan reputasi akademik internasional dengan pendidikan sebagai unggulan, pengembangan excellence development center, penguatan karakter unggul, entrepreneurship, dan kemampuan adaptasi global.

Untuk bidang perencanaan keuangan dan bisnis antara lain optimalisasi perencanaan dan pengendalian anggaran, pengelolaan keuangan berbasis kinerja perguruan tinggi unggul, transformasi sistem akuntabilitas keuangan, pengembangan profitable business unit and asset.

Bidang umum hukum dan SDM berupa tata kelola perguruan tinggi yang sehat dan adaptif, akselerasi penyusunan dan implementasi produk hukum PTNBH Unnes, pengembangan roadmap SDM dalam perencanaan, pengembangan dan karier yang jelas, terarah dan berkualitas, peningkatan kesejahteraan dosen dan tendik berbasis kinerja.

Bidang riset inovasi teknologi dan hubungan internasional penguatan riset pendidikan strategi dan program kerja unggulan berupa kolaborasi dengan Iduka untuk komersialisasi hasil riset, penguatan kapasitas lembaga penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, mendorong pusat kajian riset untuk terciptanya produk atau jasa inovatif.

Selain itu juga ada pengembangan pusat unggulan ipteks, pengembangan edupark dan science techno park, peningkatan jumlah luaran penelitian yang memperoleh rekognisi internasional, dan transformasi organisasi dengan teknologi informasi sebagai enabler, serta peningkatan jumlah luaran penelitian yang memperoleh rekognisi internasional.

Baca juga:  Selamat! Cak Hasan Kembali Dipercaya Pimpin Unesa 5 Tahun ke Depan
 


Editor : Citra Larasati

Advertising