Ini Upaya Pemkot Tangsel Tekan Angka Stunting dan Kekerasan Anak

ilustrasi/Medcom.id


Tangerang: Pemerintah Kota Tangerang Selatan tengah fokus terhadap persoalan stunting atau kurang gizi pada anak. Pemkot Tangsel juga fokus pada kasus kekerasan terhadap anak yang akhir-akhir ini mengalami peningkatan.

Wakil Wali Kota Tangerang Selatan, Pilar Saga Ichsan, mengatakan Pemkot Tangerang Selatan akan terus berupaya menurunkan angka stunting, meski jumlahnya di bawah dari angka rata-rata kasus stunting secara nasional. 

"Tugas kita semua, untuk menjadikan kota Tangerang Selatan, menjadi layak anak," ungkap Pilar Saga Ichsa, Kamis, 23 Juni 2022. 

Berdasarkan data yang diperoleh, angka prevalensi stunting di Provinsi Banten telah terjadi penurunan dari 29,6 persen menjadi 23,4 persen. Dengan tingkat prevalensi stunting, masih di bawah nasional untuk Provinsi Banten. 



Baca: Cegah Stunting, Pupuk Kaltim Optimalkan Peran Posyandu

Data awal, pada 10 wilayah kelurahan dengan presentase 13,67 persen. Angka ini lebih rendah dibandingkan dengan kabupaten/kota lain di Provinsi Banten. 

Saga menyampaikan untuk menekan kasus itu pihaknya membentuk forum PAUD Kota Tangerang Selatan. Para pengurus di forum tersebut bisa menjadi penyambung permasalahan yang dihadapi anak di lingkungan tempat tinggalnya.  

"Jadi bapak, ibu, walaupun di dinas ada satgas perlindungan anak, tapi bapak ibu juga harus menjadi mata dan telinga akan kejadian-kejadian yang berkaitan dengan kekerasan anak, segera laporkan," ungkpanya.

Dia menerangkan forum PAUD Kota Tangerang Selatan merupakan organisasi masyarakat yang terdiri dari beragam elemen masyarakat mulai dari praktisi hingga akademisi. Menurut Saga, pendidikan terhadap anak usia dini sangat penting, terutama dalam pengembangan karakter, kapasitas, dan efektivitas kemampuan otak anak.

"Dan forum PAUD memiliki peran yang sangat strategis terutama dalam memberikan wawasan, pengalaman, pengetahuan dalam mendidik anak," kata dia.


Editor : Nur Azizah

Advertising