Tak Mau Divaksin, Seorang Warga di Bali Diusir dari Kampung

Proses pelaporan dari pihak Fery Wahyudi Satria Wibowo didampingi pengacara ke Polres Badung terkait pengusiran oleh pihak desa terhadapnya, di Polres Badung Selasa (27/07/2021). (ANTARAAyu Khania Pranisitha/2021)


Badung: Seorang warga di Desa Gulingan, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung, Bali, mengaku diusir oleh pihak kepala desa setempat karena tidak mau divaksin. Ia pun melapor pada Kepolisian Resor Badung pada Selasa, 27 Juli 2021. 

Pihak pelapor Fery Wahyudi Satria Wibowo menjelaskan bahwa ada pelanggaran HAM yang dialami dirinya sebagai WNI. Menurut dia, tidak ada dasar yang jelas pihak desa mengusirnya sebagai pemilik rumah atas nama pribadi dan KTP juga sebagai WNI karena tak mau divaksin.

Fery menyebutkan bahwa dalam Surat Perbekel pada 15 Juli 2021, disebutkan bahwa penduduk pendatang yang sudah tinggal di Desa Gulingan harus vaksinasi covid-19 dengan menunjukkan surat sertifikat vaksin. Jika tidak bisa menunjukkannya, maka ia dikeluarkan dari desa. 

"Saya memberatkan ini, sesuai perintah presiden dan gubernur yang diatur tidak sama isinya seperti ini," ucap Fery, dilansir dari Antara, Kamis, 29 Juli 2021. 

Dia mengatakan, surat edaran dari pemerintah pusat menyebutkan warga yang tidak divaksin berdampak pada penundaan pemberian jaminan atau sosial, penundaan pemberian layanan administrasi atau denda. Namun, bukan mengusir penduduk dari desa.



Sebelumnya, pihak Bhabinsa dan Bhabinkamtibmas sudah mengajak jalur mediasi atas masalah tersebut. Fery menunggu selama sepekan untuk mendapat klarifikasi. 

"Namun, hari Minggu, Kepala Lingkungan di sini sudah sangkep banjar yang menyatakan keputusan itu (keluar dari desa) harus dijalankan," kata Fery Wahyudi.

Baca: Kejar Target, DPW NasDem NTT Gelar Vaksinasi di Kupang

Sementara itu, Kapolres Badung, Bali AKBP Roby Septiadi, mengungkapkan bahwa aporan tersebut masih dalam pengkajian lebih lanjut dan tetap mengupayakan jalur mediasi.

"Kami akan upayakan mediasi dulu, karena ini bagaimanapun bicara terkait dengan pilihan pribadi orang dengan (kebijakan) pemerintah, kami akan mediasi dulu nanti akan dilihat bagaimana perkembangannya," kata Roby saat dikonfirmasi di Badung Bali, Kamis, 29 Juli 2021. 

Berdasarkan kronologi kejadian, Roby menilai bahwa tindakan pemerintah desa sesuai dengan program pemerintah. Namun, pelapor belum mau divaksin. 

"Sebenarnya bukan diusir bahasanya, tapi memang warga ini merasa diusir karena yang bersangkutan itu tidak mau divaksin menolak divaksin tanpa alasan yang kuat," tutur dia. 


Editor : Sri Yanti Nainggolan

Advertising