29.086 Balita di Garut Alami Stunting

Ilustrasi


Garut: Dinas Kesehatan Kabupaten Garut, Jawa Barat, membutuhkan anggaran sebesar Rp60 miliar setelah menemukan 29 ribu balita mengalami stunting. Kebutuhan anggaran itu, untuk percepatan penanganan stunting di 42 Kecamatan se-Kabupaten Garut.

Wakil Bupati Garut, Helmi Budiman, mengatakan tim percepatan dan penanganan stunting menemukan hampir 29 ribu anak di wilayahnya mengalami stunting. Angka tersebut berpotensi bertambah karena baru 80 persen anak yang ditimbang dan diukur.

"Persentase anak yang mengalami stunting di Kabupaten Garut mencapai 16 persen tapi bagi semua pihak harus bersama-sama untuk melakukan penanganan salah satunya dengan melakukan pemberian makanan tambahan," ujar Helmi, Rabu, 22 Juni 2022.

Ia melanjutkan pemberian makanan tambahan bisa dilakukan dari dana desa, kabupaten, hingga pihak ketiga, juga orang-orang kaya atau orang-orang dengan ekonomi mampu.



Baca juga: Kabar Baik! Angka Stunting di Minahasa di Bawah 5%

"Kita harapkan semua untuk langsung terjun menyelamatkan anak-anak kita dari masalah stunting," katanya,

Menurut Helmi, berdasarkan data dari TPPS Kabupaten Garut, jumlah balita yang sudah ditimbang sebanyak 172.679 atau 80,1 persen dari total sasaran balita yang ditimbang sebanyak 215.615 balita. Namun, balita yang mengalami stunting sebanyak 29.086 balita atau 16,8 persen.

"Anggaran penanganan yang dibutuhkan Rp60 miliar dan yang disiapkan dari Dinas Kesehatan itu baru ada Rp 3 miliar," terang dia.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Garut, Leli Yuliani, mengatakan, anggaran tersebut untuk pemberian makanan tambahan. Dinas Kesehatan telah menyiapkan anggaran untuk pemberian makanan tambahan naun jumlahya masih jauh dari target maksimal.

"Dari anggaran pokok dinas, setidaknya angka Rp 1,5 miliar ditambah lagi dari pemerintahan sebesar Rp 1,5 miliar untuk penanganan. Kalau mengandalkan APBDtak akan cukup. Untuk menyiasatinya harus menggali partisipasi lain dari pihak swasta," jelas Leli.


Editor : Meilikhah

Advertising