Hadapi Revolusi Industri 4.0, Menaker Ingatkan Mahasiswa Miliki Kompetensi

Menaker Ida Fauziyah (Foto:Dok.Kemenaker)


Jakarta: Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah memberikan kuliah umum di Politeknik Industri Logam Morowali (PILM). Ia memberikan gambaran mengenai perkembangan teknologi dunia yang semakin cepat dengan lahirnya revolusi industri 4.0. 

"Terjadi transformasi dalam segala sisi dalam era 4.0, terutama dalam dunia Industri. Sektor teknologi mengalami kenaikan yang sangat besar. Akibat revolusi industri ini berakibat banyaknya pekerjaan yang tumbuh dan tidak sedikit pekerjaan hilang. Pertumbuhan skill yang dibutuhkan dunia semakin kompetitif," kata Menaker Ida Fauziyah, melalui siaran pers, Sabtu, 4 Desember 2021.



PILM didirikan oleh Pusat Pendidikan dan Latihan Industri Kementerian Perindustrian dengan visi menjadi Unit Pendidikan Tinggi Vokasi, yang unggul, beretika, mampu bersaing pada era global, sebagai pelopor bagi pemenuhan kebutuhan sumber daya manusia dan teknologi sektor industri logam. 

Selain mengenai perkembangan teknologi, Menaker juga mengingatkan mengenai peluang besar dari bonus demografi Indonesia yang akan terjadi pada 2030. 

"Potensi besar bagi demografi Indonesia, mesti punya daya saing dan kompetensi. Kalau tidak, akan menjadi beban. Dengan bonus demografi menjadi peluang menjadi Indonesia emas, seperti Jepang dan Korea Selatan," kata Menaker, di hadapan ratusan mahasiswa.  

PILM memiliki tiga program studi jenjang Diploma-3, yaitu Teknik Perawatan Mesin, Teknik Kimia Mineral, dan Teknik Listrik dan Instalasi. 

Total mahasiswa 96 orang tiap angkatan dengan setiap jurusan 32 orang mahasiswa. Semua mahasiswa PILM menerima beasiswa dalam mengikuti pendidikan dan mendapat fasilitas penginapan dan makanan.


Editor : Rosa Anggreati

Advertising