Azis Syamsuddin Mundur Sebagai Wakil Ketua DPR

Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin. Foto: Medcom.id


Jakarta: Azis Syamsuddin ditetapkan sebagai tersangka kasus suap penanganan perkara di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Dia mundur dari jabatannya sebagai Wakil Ketua DPR.

"Partai Golkar dengan ini memberitahukan bahwa saudara Azis Syamsuddin telah menyampaikan pengunduran diri sebagai Wakil Ketua DPR," kata Ketua DPP Bidang Hukum Golkar Adies Kadier di Kompleks Parlemen, Senayan Jakarta, Sabtu, 25 September 2021.

Pengunduran diri disampaikan kepada DPP Partai Golkar. Namun, tak disebutkan secara rinci waktu pengajuan pengunduran diri tersebut.

Sekretaris Fraksi Golkar di DPR itu menyampaikan partai lambang pohon beringin itu bakal memproses pengajuan tersebut. Golkar berjanji bakal menindaklanjuti secepat mungkin.

Namun, dia tak menargetkan waktu proses pergantian dilakukan. Sebab, harus melalui mekanisme yang berlaku di internal partai.



"Partai Golkar akan memproses dalam waktu dekat," ungkap dia.

Baca: Firli: Azis Syamsuddin Mestinya Jadi Contoh Antikorupsi

Golkar telah memutuskan menonaktifkan Azis di kepengurusan. Azis sebelumnya menjabat sebagai Wakil Ketua Umum (Waketum) Golkar.

KPK resmi mengumumkan status hukum Azis. Pimpinan DPR koordinator politik dan keamanan (Korpolkam) itu ditetapkan tersangka terkait kasus dugaan penerimaan hadiah atau janji dalam penanganan perkara di Lampung Tengah.

"Saudara AZ (Azis Syamsuddin) Wakil Ketua DPR sebagai tersangka," kata Ketua KPK Firli Bahuri di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Sabtu, 25 September 2021.

Azis telah dibidik sejak Agustus 2020. Politikus Golkar itu mencoba menghubungi mantan penyidik KPK Stepanus Robin Pattuju untuk menutup perkara yang menjerat dirinya dan rekan separtainya, Aliza Gunado, di KPK.

Robin meminta uang ke Azis untuk membantu menutup perkara di KPK. Robin dibantu pengacara Maskur Husain melancarkan aksinya.


Editor : Nur Azizah

Advertising