Formula Khusus Mengatasi Learning Loss dengan Penerapan Kurikulum Prototipe



PANDEMI covid-19 yang melanda Indonesia sejak 2020 membuat dunia pendidikan harus menghadapi tantangan baru. Pemberhentian pembelajaran secara tatap muka dan peralihan ke metode pembelajaran jarak jauh serta hybrid menyebabkan berbagai permasalahan, baik bagi siswa maupun tenaga pendidik. Permasalahan ini dimulai dari kesenjangan dalam dunia pendidikan sampai learning loss pada siswa yang melakukan pembelajaran jarak jauh.



Berangkat dari permasalahan yang dihadapi dunia pendidikan selama pandemi covid-19, Kementerian pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud-Ristek) terus menyusun formula yang cocok dalam menghadapi permasalahan ini. 

Pemberian alternatif dari Kurikulum 2013 merupakan jalan keluar yang diberikan Kemendikbud-Ristek dalam menyelesaikan masalah tersebut. Pada tahun ajaran 2022-2024, Kemendikbud-Ristek memberikan tiga opsi kurikulum, yaitu Kurikulum 2013, kurikulum darurat, dan kurikulum prototipe.

Kurikulum darurat merupakan versi lebih ringkas dari kurikulum 2013 untuk mengejar ketertinggalan selama pandemi covid-19. Sementara itu, kurikulum prototipe merupakan kurikulum pengembangan dari Kurikulum 2013 yang telah diterapkan saat ini.

Namun, terdapat hal yang menarik dari kurikulum prototipe. Dalam kurikulum prototipe, guru diberi kebebasan dalam menentukan metode pembelajaran yang sesuai. Selain itu, murid dapat diikutsertakan dalam proyek-proyek yang bertujuan memberikan pembelajaran melalui pengalaman secara langsung. Hal ini menjadi angin segar bagi perkembangan dunia pendidikan yang terpukul akibat pandemi covid-19. Dok: Fokus Media Indonesia (IMR)

Editor : wijokongko

Advertising