Membanggakan! Guru Besar Unair Masuk Daftar 2% Ilmuwan Berpengaruh di Dunia

Guru Besar Unair Prof Moh Yasin masuk daftar 2% ilmuwan berpengaruh dunia. Foto: Dok Humas Unair.


Jakarta: Stanford University dan Elsevier Report baru saja merilis daftar ilmuwan paling berpengaruh di dunia. Salah satu Guru Besar Universitas Airlangga (Unair), Moh Yasin berhasil masuk dalam Top 2% Scientist in the World: Single Year Impact 2020-2021.

Pemeringkatan itu dipublikasikan pada publikasi ilmiah berjudul Data for Updated Science-Wide Author Databases of Standardized Citation Indicators. Pemeringkatan ini didasarkan pada c-score, yaitu jumlah sitasi publikasi yang tidak termasuk sitasi oleh diri sendiri.

Moh Yasin yang merupakan Guru Besar Fakultas Sains dan Teknologi (FST) UNAIR mengungkapkan, sebanyak 211 publikasi miliknya telah terbit pada jurnal terindeks Scopus. Publikasi ilmiah yang ia lalukan sejak tahun 2008 itu telah disitasi oleh artikel lain sebanyak 1.100 kali, dengan H-Index Scopus 16.



"Merupakan suatu kebanggaan bagi para peneliti bisa masuk Top 2 Persen, karena untuk masuk penghargaan tersebut sangat susah dan sangat ketat seleksinya," ucap Yasin mengutip siaran pers Unair, Kamis, 28 Oktober 2021.

Baca: Mahasiswa UGM Kembangkan Metode Baru Deteksi Kanker Usus Besar

Topik penelitian yang dilakukan Yasin sebagian besar berkaitan dengan optoelectronics dan fotonik, optik, dan enabling and strategic technologies. Penelitian terkait sensor fiber optic terbaru yang ia lakukan yaitu berkaitan dengan deteksi berbagai hal, mulai dari parameter fisika, kimia, maupun bidang medis ataupun food safety.

"Penelitian pengujian bahan pengawet dan makanan. Serta aplikasi dalam bidang medis untuk mendeteksi kelainan detak jantung," ucapnya.

Yasin berharap penghargaan yang telah diberikan Stanford University dan Elsevier Report tersebut dapat memacu para peneliti Indonesia meningkatkan hasil karyanya di level internasional.

Sebagai informasi, terdapat sebanyak 58 ilmuwan asal Indonesia yang masuk dalam daftar 2 persen ilmuwan paling berpengaruh di dunia. Pemeringkatan itu dilakukan oleh tiga peneliti Stanford University, yaitu Prof John Ioannidis, Jeroen Baas, dan Kevin Boyack. 


Editor : Arga Sumantri

Advertising