Segera Dibuka, Pelajari Teknis Pendaftaran Calon Mahasiswa Disabilitas UNS 2022

Kampus UNS. Foto: Dok. UNS


Jakarta:  Pusat Studi Difabilitas (PSD) Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menggelar Sosialisasi Teknis Pendaftaran Calon Mahasiswa Disabilitas UNS 2022. Sosialisasi ini bagian dari pendampingan bagi calon mahasiswa disabilitas yang ingin mendaftar di UNS.

Dosen UNS yang juga Deputi IV SPMB UNS, Mohammad Abdul Hakim memaparkan teknis pendaftaran Seleksi Mandiri Jalur Disabilitas (SMJD) UNS.  Hakim menjelaskan dengan memberikan tutorial secara langsung untuk memudahkan peserta yang menyandang disabilitas saat mendaftar nantinya.

“Saat ini pendaftaran SMJD UNS belum dibuka. Tetapi, Bapak Ibu juga adik-adik bisa mengakses informasi terbarunya melalui website spmb.uns.ac.id. Atau melalui Instagram @spmbuns untuk mendapatkan informasi yang lebih up to date,” kata Hakim, dilansir dari laman UNS, Senin, 15 Mei 2022.



Selanjutnya, Kepala Program Studi (Kaprodi) Pendidikan Luar Biasa (PLB) FKIP UNS, Subagyo menjelaskan, teknis ujian wawancara untuk calon mahasiswa disabilitas UNS.

“Setelah selesai melakukan pendaftaran, nantinya akan mendapatkan undangan untuk melakukan wawancara secara tatap maya. Ujian wawancara untuk menguji bahwa peserta benar menyandang disabilitas. Juga melalui wawancara akan mengungkap komitmen calon mahasiswa serta keseriusannya terhadap kuliah,” terang Subagyo.

Subagyo juga mengimbau ketika akan melakukan ujian wawancara untuk memastikan jaringan internet tidak terkendala, dan terkoneksi lancar. Hal ini agar tak menganggu selama proses wawancara berlangsung.

Sementara itu untuk pertimbangan lolos SMJD akan dilihat dari kemampuan akademik hasil wawancara dan asesmen disabilitas. Yang mana untuk formulasinya kita ambil secara keseluruhan.

Baca juga:  Cara Cek Lokasi Ujian UTBK-SBMPTN di Pusat UTBK UI, Cukup Pakai Google Maps

Parameternya ada ujian wawancara, tes Intelligence Quotient (IQ), nilai rapor, riwayat akademik, dan sebagainya. "Namun, intinya hanya satu, kita ingin mengetahui apakah calon mahasiswa disabilitas nantinya bisa sukses mengikuti kuliah dengan baik atau tidak. Juga apakah calon mahasiswa disabilitas dapat sukses menyelesaikan studi atau tidak di program sarjana,” pungkas Subagyo. 


Editor : Citra Larasati

Advertising