Apa Itu Anxiety? Mengenal Gejala, Ciri-ciri, dan Penyebab

Kecemasan atau anxiety disebut sebagai fitur dari sejumlah gangguan kejiwaan umum. Medcom.id/M Rizal


Jakarta: Anxiety (kecemasan) sering diartikan sebagai masalah yang sama dengan serangan panik. Padahal, kedua kondisi ini memiliki perbedaan. Mulai dari penyebab dan gejala yang ditunjukkan.

Dikutip Healthline, Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (DSM-5) mendefinisikan kecemasan sebagai fitur dari sejumlah gangguan kejiwaan umum.

Gejala kecemasan meliputi rasa khawatir, tertekan, dan takut. Kecemasan biasanya terkait dengan antisipasi psikologi terhadap situasi, pengalaman, atau peristiwa yang penuh tekanan. Berbeda dengan serangan panik atau panic attack, anxiety dan mungkin datang secara bertahap.

Baca: Ini Beda Gejala dan Faktor Risiko antara Kecemasan dengan Serangan Panik



Kurangnya dikenalnya diagnostik terhadap seracangan anxieaty membuat tanda dan gejala sangat terbuka untuk interpretasi. Artinya, gejala yang diidap seseorang yang memiliki anxiety bisa berbeda dengan gejala yang orang lain rasakan.
 

Gejala dan ciri-ciri anxiety

Gejala serangan panik dan kecemasan mungkin saja dapat dirasakan serupa. Baik gejala emosional atau fisik. Banyak orang tak tahu serangan anxiety dan panic attack dapat datang bersamaan. Anxiety pun dapat memicu panic attack.

Namun, Sobat Medcom perlu mengetahui beberapa ciri dan gejala anxiety:
1. Kecemasan atau anxiety biasanya terkait dengan sesuatu yang dianggap stres atau ancaman.
2. Serangan anxiety bisa ringan, sedang, atau berat. 
3. Gejala fisik panic attack seringkali lebih intens dari gejala anxiety.
4. Anxiety dapat meningkat secara bertahap.


 

Penyebab anxiety

Anxiety disebut memiliki karakter penyebab yang mirip dengan serangan panik. Tak terduga dan tidak memiliki pemicu eksternal yang jelas.

Beberapa pemicu umum meliputi kegiatan yang menyebabkan stres. Mulai dari beban pekerjaan, mengemudi, situasi sosial, fobia, kenangan atas pengalaman traumatis, hingga penyakit kronis.
 
Mengalami stres dan kekhawatiran yang berkelanjutan, memicu terbentuknya kecemasan. Stres yang ditumpuk dapat menyebabkan anxiety dan gangguan kesehatan mental lain, seperti depresi.

Baca: Cemas Luar Biasa Hadapi Ujian? Hati-hati Mengidap Test Anxiety Disorder

Bicaralah dengan dokter tentang perawatan untuk anxiety. Dokter tidak dapat mendiagnosis serangan kecemasan, tetapi mereka dapat mendiagnosis gejala kecemasan, gangguan kecemasan, serangan panik, dan gangguan panik.

Dokter akan menanyakan gejalamu dan melakukan tes untuk mencoret kondisi kesehatan lain dengan gejala serupa, seperti penyakit jantung atau masalah tiroid. Pengidap anxiety dapat diberikan beragam bentuk perawatan. Termasuk konseling, beragam jenis terapi, hingga mengubah gaya hidup.

Editor : Surya Perkasa

Advertising