Kominfo Maksimalkan Diseminasi Informasi via Pengelola Media Sosial Pemerintah

Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Kominfo Usman Kansong. Foto: dok Kominfo.


Denpasar: Pengelolaan komunikasi publik merupakan pekerjaan besar yang berdampak luas bagi publik. Hal ini mengacu pada pengelola akun media sosial pemerintah pada tingkat Kementerian, Lembaga, dan Pemerintah Daerah.

Mengacu kondisi tersebut, Direktorat Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik (Ditjen IKP) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), khususnya Direktorat Tata Kelola dan Kemitraan Komunikasi Publik mengadakan Bimbingan Teknis Monitoring Isu dan Strategi Optimalisasi Diseminasi Informasi melalui Media Sosial bagi seluruh Pengelola Media Sosial Pemerintah se-Indonesia.

Adapun kegiatan bimbingan teknis yang diadakan secara hybrid, diselenggarakan di The Stones Hotel, Denpasar-Bali, dan kanal YouTube Ditjen IKP Kominfo. Bimbingan teknis ini dibuka oleh Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Kominfo Usman Kansong dan dihadiri 45 peserta secara onsite dan 400 peserta secara online. Peserta bimbingan teknis terdiri dari perwakilan Kementerian/Lembaga Pusat serta Diskominfo Provinsi Bali.



"Tugas pengelola media sosial adalah membangun dan mengelola reputasi instansi dan juga negara. Sehingga, diperlukan penguatan citra bangsa secara konsisten, agar terbangun kepercayaan dan meningkatkan partisipasi publik dalam pembangunan bangsa," kata Usman, dalam keterangan tertulisnya, Jumat, 24 Juni 2022.

Asisten Administrasi Umum Pemprov Bali I Dewa Putu Sunartha mengatakan pentingnya menjalin hubungan baik dengan media untuk mempermudah penyebarluasan informasi, bertukar informasi, dan sebagai sarana aspirasi publik untuk upaya penyempurnaan program pembangunan.

Akhmad Firmannamal dari Kementerian Sektretariat Negara dalam paparannya mengenai Monitoring Isu Media Sosial menjelaskan tiga pokok utama dari monitoring isu media sosial, di antaranya definisi isu dan monitoring, tools monitoring isu, serta keterkaitan monitoring isu, dan agenda setting.

"Kemudian ada tiga metode untuk memaksimalkan konten media sosial, di antaranya menetapkan tujuan utama sosial media terlebih dahulu, melakukan kanalisasi konten, dan mengenali audiens sosial media," jelas Farchan Noor Rachman dari Kementerian Keuangan dalam paparannya terkait Strategi Optimalisasi Media Sosial.

Penyelenggaraan bimbingan teknis diakhiri dengan pengumuman pemenang soal pre-test dan post-test, baik secara onsite ataupun online. Ke depan, diharapkan kegiatan bimbingan teknis ini dapat diselenggarakan lebih optimal dan sesuai dengan kebutuhan pengelola media sosial tingkat Kementerian, Lembaga dan Pemerintah Daerah.


Editor : Ade Hapsari Lestarini

Advertising