Mahasiswa, Waskita Karya Buka Kesempatan Magang dengan 2 Kampus di Malang

Ilustrasi/Medcom.id


Jakarta:  PT Waskita Karya (Persero) Tbk menjalin kerja sama dengan dua universitas di Malang, Jawa Timur. Kerja sama ini dalam rangka pembukaan program magang yang dapat dikonversikan dengan 20 SKS (Satuan Kredit Semester).

Kerja sama dengan dua universitas ini ditandai dengan penandatanganan MoU antara Waskita dengan Fakultas Teknik Universitas Brawijaya dan Fakultas Teknik Universitas Tribhuwana Tunggadewi.

“Saya rasa program magang yang perseroan adakan ini sangat bermanfaat sekali bagi para mahasiswa yang masih bingung setelah lulus hendak kemana. Maka itu, diharapkan setelah mereka magang di Perseroan, ada banyak ilmu dan manfaat yang didapat," kata Presiden Direktur Waskita Destiawan Soewardjono ?dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Jumat, 21 Januari 2022.

Waskita tidak hanya membuka program magang bagi mahasiswa dari PTN saja namun juga PTS.  Waskita berpartisipasi dalam memberikan keterampilan bagi mahasiswa khususnya dari Fakultas Teknik yang akan lulus kuliah dengan cara membuka program magang. 



Dalam MoU Waskita dengan Universitas Brawijaya melibatkan sembilan jurusan yaitu Jurusan Teknik Sipil Program Studi S1 Teknik Sipil, Jurusan Teknik Mesin Program Studi S1 Teknik Mesin, Jurusan Teknik Pengairan Program Studi S1 Teknik Pengairan, dan Jurusan Teknik Elektro Program Studi S1 Teknik Elektro.

Kemudian ada pula Jurusan Arsitektur Program Studi S1 Arsitektur, Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota Program Studi S1 Perencanaan Wilayah dan Kota, Jurusan Teknik Industri Program Studi S1 Teknik Industri, Jurusan Teknik Kimia Program Studi S1 Teknik Kimia, Jurusan Profesi Keinsinyuran Program Studi Program Profesi Insinyur.

“Sementara dengan Univeritas Tribhuwana Tunggadewi, tujuan dari MoU kami adalah untuk melaksanakan secara sinergi dan mutual cooperation kegiatan dalam pelaksanaan magang kerja mahasiswa, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat,” ujar Destiawan.

Program magang ini nantinya dapat dikonversikan dengan 20 SKS (Satuan Kredit Semester) dan sudah sesuai dengan kurikulum yang telah ditetapkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Mendikbudristek).

“Program ini juga sejalan dengan program dari Mendikbud yaitu Merdeka Belajar Kampus Merdeka yang pada waktu itu merupakan bagian dari kebijakan Merdeka Belajar oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi,” kata  Destiawan. 

Dalam kesempatan ini Waskita juga memberikan beasiswa kepada empat mahasiswa Universitas Tribhuwana Tunggadewi melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).


Editor : Citra Larasati

Advertising